Begini Tanggapan Staf Khusus Kemenag Soal Pengakuan Mantan Menag Fachrul Razi

Begini Tanggapan Staf Khusus Kemenag Soal  Pengakuan Mantan Menag Fachrul Razi

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Staf Khusus Menteri Agama (Menag) bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo menanggapi  pengakuan Mantan Menteri Agama periode 2019-2020 Jendral TNI (Purn) Fachrul Razi yang menyatakan alasan diriinya di resuflle karena dianggap tidak ingin membubarkan organisasi Front Pembela Islam (FPI). Wibowo menegaskan bahwa itu tidak ada hubungannya dengan pelantikan Gus Men. Menurutnya, penggantian kabinet sepenuhnya menjadi hak prerogratif Presiden.

 

“Setahu saya, pesan yang disampaikan Presiden saat melantik Gus Yaqut adalah agar melakukan percepatan reformasi birokrasi, serta menguatkan persaudaraan seluruh elemen bangsa,” kata Wibowo saat menanggapi pernyataan mantan Menag Fachrul Razi, Senin (4/12/2023).

 

Dijelaskan, Menag Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) yang dilantik pada 22 Desember 2020 oleh Presiden Joko Widodo, diberi mandat untuk  memperbaiki tata kelola Kementerian Agama. Karena Kemenag adalah kementerian dengan satuan kerja (satker) terbesar dengan jumlah 4000 satker, untuk itu, dibutuhkan kepemimpinan yang segar, tangkas, dan bisa bergerak cepat.

 

"Dilantik sebagai Menteri Agama, Gus Yaqut mendapat mandat untuk melanjutkan agenda reformasi birokrasi guna memperbaiki tata kelola Kementerian Agama," tegas Wibowo.

 

"Gus Yaqut sejak awal berusaha mengubah Kemenag yang terkesan old style menjadi tampil lebih segar dan muda. Sejumlah program prioritas digulirkan, salah satunya transformasi digital," imbuhnya.

 

Melalui proses transformasi digital, koneksi jaringan internet yang menjadi basis layanan Kemenag kini sudah menjangkau hingga tingkat KUA Kecamatan dan 24 MAN Insan Cendekia. Institusi ini juga telah mengembangkan Satu Data Kementerian Agama. Untuk memudahkan akses publik, disiapkan juga call center dan WA center 'Salam Kemenag'.

 

Sementara tugas lainnya yang diemban Gus Yaqut, kata Wibowo, adalah menguatkan moderasi beragama. Sejak awal menjabat, Gus Yaqut  berkomitmen menjadikan agama sebagai inspirasi, bukan menyalahgunakannya sebagai aspirasi politik praktis. Beragam tindakan yang diskriminatif juga harus dihindari.

 

"Gus Yaqut tidak ingin dari Kementerian Agama justru muncul sikap atau cara  diskriminatif antara satu agama dengan yang lain," imbuhnya.

 

Untuk itu, Gus Yaqut juga mendapat tugas untuk meningkatkan ukhuwah atau persaudaraan, baik ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama warga bangsa), maupun ukhuwah basyariah (persaudaraan sesama manusia).

 

"Kenapa ukhuwah islamiyah? Karena mayoritas penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam. Maka negara ini akan damai dan tenteram jika sesama muslim memiliki ukhuwah atau persatuan di antara mereka," ujarnya.

 

Sementara ukhuwah wathaniyah, ujar dia, mesti dibangkitkan lagi karena kemerdekaan Indonesia diraih atas perjuangan semua umat beragama, baik Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, dan lainnya.

 

Tugas yang tak kalah penting adalah meningkatkan ukhuwah basyariyah atau persatuan sesama umat manusia. Di sinilah pentingnya menjadikan agama sebagai inspirasi bagi kerukunan dan perdamaian.

Diberitakan sebelumnya, Lama tidak terdengar kabar, Mantan Menteri Agama ( Menag) RI Periode 2019-2020 Jendral TNI ( Purn) Fachrul Razi membuat pengakuan mengejutkan terkait pencopotan dirinya sebagai menteri.

 

Pengakuan itu, ia sampaikan dalam tayangan video wawancara  berdurasi 4 menit 28 detik yang diunggah akun Twitter @Gojekmilitan pada Jumat (1/12/2023).

 

Dalam tayangan tersebut, sang host berkemeja biru menanyakan kepada Fachrul Razi alasan di resufle dari kabinet Presiden Joko Widodo. Mendapat pertanyaan tersebut Fachrul Razi lantas menjawab, jika selama dirinya menjabat 1 tahun dua bulan  memang ada perbedaan yang mencolok dengan Presiden dan Wakil Presiden terkait Front Pembela  Islam ( FPI).

 

"Saya mulai cerita aja ya, masuk awal hingga di reshuffle ada perbedaan padangan yang sedikit mencolok dengan Presiden maupun wapres masalah FPI. Padahal saya tidak pernah bergaul dengan namanya FPI itu, ketemu Pak Habib Rizieq pun tidak pernah," terangnya dikutip Senin (4/12/2023). (sir/wan)