Tertinggi di Jatim, Pemkab Mojokerto Hibahkan DBHCHT ke 27.727 Petani Tembakau dan Pekerja Rentan Ikut Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mendaftarkan sebanyak 27.727 petani tembakau dan pekerja rentan keselamatan kerja BPJS Ketenagakerjaan, Senin (4/12/2023). Angka kepesertaan ini tertinggi se Jawa Timur. 

Tertinggi di Jatim, Pemkab Mojokerto Hibahkan DBHCHT ke 27.727 Petani Tembakau dan Pekerja Rentan Ikut Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan 

NUSADAILY.COM - MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mendaftarkan sebanyak 27.727 petani tembakau dan pekerja rentan keselamatan kerja BPJS Ketenagakerjaan, Senin (4/12/2023). Angka kepesertaan ini tertinggi se Jawa Timur. 

Kartu kepesertaan untuk dua program BPJS Ketenagakerjaan ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jatim Hadi Purnomo, dan Zulkarnain Mahading Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Mojokerto. 

Ikfina menjelaskan, launching kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk para buruh tani dan pekerja lain di Bumi Majapahit dihasilkan oleh dana DBCHT tahun 2023. 

"Hari ini kita melaunching penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk para buruh petani dan pekerja rentan lainnya di Mojokerto. Yang pembiayaannya dari DBHCHT," ujar Ikfina.

Petinggi Pemkab ini mengatakan, akan ada dua manfaat yang didapat jika aktif menjadi peserta di dua program kali ini. Yakni, jaminan kecelakaan kerja (JKK) adalah perlindungan atas risiko kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja berupa perawatan, santunan, dan tunjangan cacat. 

Lalu ada jaminan kematian (JKM) adalah perlindungan atas risiko kematian bukan akibat kecelakaan kerja berupa santunan kematian.

"Ini tiga bulan dicover, sejak bulan Oktober kemarin hingga akhir tahun," ucap pemimpin perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Hadi Purnomo sangat mengapresiasi atas perhatian Pemkab Mojokerto terkait memberikan jaminan sosial  tenaga kerja bagi para pekerja di wilayahnya.

"Alhamdulillah saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Mojokerto yang dipimpin oleh ibu bupati. Di Jawa Timur sampai dengan saat ini yang terbesar adalah di Kabupaten Mojokerto, karena sebelumnya rekornya dipegang oleh Tulungagung, tapi setelah Mojokerto launching tentunya ini yang terbesar di Jawa Timur. Sebelumnya 27. 500 oleh Kabupaten Tulungagung, Nah ini angkanya pun cantik ya, 27.727," jelasnya.

Hadi Purnomo juga mengharapkan, jaminan sosial tenaga kerja bagi para pekerja di Kabupaten Mojokerto akan terus meningkat, karena hal tersebut dapat menjadi wujud perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pekerja.

"Mudah-mudahan di 2024, kita dan Kabupaten Mojokerto terus meningkatkan dalam memberikan perlindungan. tentu dengan para pekerjanya yang dilindungi akan lebih sejahtera," harapnya.(*)