Korut Dihantam Badai, Kim Jong Un Marahi Pejabatnya

Bencana alam Badai Khanun menerjang sejumlah negara, termasuk Korea Utara (Korut). Badai tersebut hingga menyebabkan banjir di wilayah pertanian. Pemimpin Korut Kim Jon Un pun memarahi para pejabat Korut yang dianggapnya tak becus menangani dampak bencana.

Korut Dihantam Badai, Kim Jong Un Marahi Pejabatnya

NUSADAILY.COM - PYONGYANG - Bencana alam Badai Khanun menerjang sejumlah negara, termasuk Korea Utara (Korut). Badai tersebut hingga menyebabkan banjir di wilayah pertanian. Pemimpin Korut Kim Jon Un pun memarahi para pejabat Korut yang dianggapnya tak becus menangani dampak bencana.

Dilansir dari detik.com, Kim Jong Un marah karena menganggap bawahannya gagal mencegah kerusakan akibat badai tropis Khanun yang menerjang Semenanjung Korea pekan lalu. Dilansir AFP, Senin (14/8/2023), badan tropis Khanun yang menghantam Jepang itu memutar menuju Semenanjung Korea dan melintasi wilayah Korut pada Jumat (11/8) waktu setempat dengan membawa hujan lebat ke wilayah selatan.

Bencana alam cenderung berdampak lebih besar di wilayah Korut yang terisolasi, miskin infrastrukturnya lemah. Penggundulan hutan di wilayah itu juga membuat Korut rentan terhadap banjir.

"Para pejabat di wilayah itu tidak peka terhadap tindakan negara dan tidak mengambil tindakan, dan akibatnya, wilayah itu mengalami banyak kerusakan dibandingkan wilayah-wilayah lainnya," demikian pernyataan Kim Jong Un seperti dilansir KCNA.

Saat badai mendekati Semenanjung Korea, sebut KCNA, Pyongyang telah melakukan 'kampanye dinamis untuk mengatasi bencana iklim abnormal'. Pyongyang juga menyerukan langkah-langkah untuk meminimalkan kerusakan pada hasil ekonomi negara.

Korut secara berkala dilanda kelaparan, dengan ratusan ribu orang meninggal dunia -- perkiraan berjumlah jutaan orang -- pada pertengahan tahun 1990-an. Pada Februari lalu, partai komunis yang menguasai Korut menggelar rapat tingkat tinggi untuk secara khusus mencari cara mengatasi kelaparan dan masalah pertanian.

Pemerintah Korut sebelumnya telah memberi perintah kepada warganya untuk memprioritaskan melindungi foto Pemimpin Korut, Kim Jong Un. Dilansir AFP, Jumat (11/8), media Pyongyang, Rodong Sinmun, menyebut 'fokus utama' warga Korea Utara ialah 'memastikan keamanan' foto propaganda para pemimpinnya saat badai terjadi.

Warga juga diminta 'memastikan keamanan' patung, mozaik, mural, dan monumen negara lainnya untuk dinasti Kim. Pyongyang diketahui sangat sensitif dan protektif terhadap citra dinasti Kim yang berkuasa. Foto ayah dan kakek Kim Jong Un ada di mana-mana.

Wajah mereka menghiasi setiap rumah dan kantor di negeri komunis tersebut. Kantor berita resmi Korut, KCNA mengatakan pada hari Kamis bahwa 'semua sektor dan unit' di negara itu 'melakukan kampanye dinamis untuk mengatasi bencana iklim abnormal'.

"Peringatan angin kencang, hujan deras, gelombang pasang dan peringatan laut dikeluarkan," demikian tulis KCNA.(*)