Wujudkan ASN Bersih, 536 ASN Pemkot Malang Jalani Tes Narkoba Dadakan

Sebanyak 536 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menjalani tes narkoba secara mendadak dengan mengambil lokasi tes di Malang Creative Center (MCC), Senin (21/11/2022) pagi.

NUSADAILY.COM – MALANG - Sebanyak 536 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menjalani tes narkoba secara mendadak dengan mengambil lokasi tes di Malang Creative Center (MCC), Senin (21/11/2022) pagi.

Wali Kota Malang Sutiaji ketika ditemui di MCC mengatakan, tes narkoba kepada 536 ASN di lingkungan Pemkot Malang ini memang secara sengaja dilakukan secara mendadak. Hal itu untuk mengantisipasi adanya ASN yang beralasan untuk tidak mengikuti tes narkoba.

BACA JUGA: Sutiaji Sebut Angka Stunting di Kota Malang Turun ke Angka 8,67 Persen

"Jadi kita lakukan tes narkoba dan nggak ada yang tahu. Karena kalau tahu kan takutnya ada yang nggak ikut alasan kemana-kemana," ungkap Sutiaji..

Dengan adanya tes narkoba secara mendadak ini, beberapa kegiatan kedinasan yang seharusnya dihadiri oleh Wali Kota Malang Sutiaji bersama Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengalami keterlambatan sekitar 45 menit. Salah satunya kegiatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang di Savana Hotel and Convention.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu menegaskan, bahwa kegiatan tes narkoba secara mendadak kepada 536 ASN di Kota Malang ini merupakan upaya bersama dalam mewujudkan ASN yang bersih dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang.

"Ini menjadi bagian komitmen kami dengan Pak Wawali untuk mengawal yang namanya ASN itu bersih dari hal-hal yang tidak diinginkan dan yang melanggar aturan," terang Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, tes narkoba tidak hanya berhenti pada 536 ASN, melainkan juga kepada unsur pegawai lainnya di lingkungan Pemkot Malang. Menurut Sutiaji, ASN Pemkot Malang harus menjadi contoh seluruh pegawai agar tidak terjerumus dalam lembah hitam narkoba.

Ke depan, sesuai dengan anggaran yang berada di Dinas Kesehatan, kegiatan tes narkoba akan dilakukan secara mendadak dan menggunakan sistem acak atau random sampling.

BACA JUGA: Gelar Evaluasi, Sutiaji Minta Camat hingga Lurah Cek Kondisi Kasus Stunting

"(Tes narkoba) sesuai dengan itu kita ada dua kali. Ini kan kami bagi anggarannya berada di Dinas Kesehatan ada 1000. Kalau ini nanti kita sampling. Sekarang mungkin kita sampling di fungsional-fungsional, kalau ini kan struktural," ujar Sutiaji. 

Sementara itu, ketika disinggung jika nantinya dari tes narkoba yang dilakukan kepada 536 ASN di lingkungan Pemkot Malang ditemukan hasil positif narkoba, maka Sutiaji selaku pucuk pimpinan di Pemkot Malang Akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib.

"Ya kita ikuti aturannya, itu bukan domain saya. Kalau ada yang ditemukan itu domainnya BNN. Entah itu masuk ke rehabilitasi atau masuk pada penindakan, itu bukan domain kami," pungkas Sutiaji.(eky)