Waduh! Jumlah Pernikahan di Mongolia Dalam Capai Rekor Terendah Tahun Lalu

Pada 28 November, berdasarkan situs web Biro Statistik Daerah Otonomi Mongolia Dalam mengumumkan bahwa pada tahun 2021, akan ada 132.700 pendaftaran pernikahan di wilayah tersebut menurut undang-undang, rekor jumlah pencatatan perkawinan bagi penduduk di wilayah tersebut terendah sejak tahun 2004.

Waduh! Jumlah Pernikahan di Mongolia Dalam Capai Rekor Terendah Tahun Lalu
pasangan Mongolia (sumber: istockphoto)

NUSADAILY.COM - MONGOLIA - Pada 28 November, berdasarkan situs web Biro Statistik Daerah Otonomi Mongolia Dalam mengumumkan bahwa pada tahun 2021, akan ada 132.700 pendaftaran pernikahan di wilayah tersebut menurut undang-undang, rekor jumlah pencatatan perkawinan bagi penduduk di wilayah tersebut terendah sejak tahun 2004.

BACA JUGA : Pertama Kalinya Sejak 1984, Gunung Api Terbesar Dunia Mauna...

Melansir Tencent News, menurut analisis Biro Statistik Daerah Otonomi, karena terus menurunnya angka kelahiran di Mongolia Dalam, penurunan jumlah anak muda yang menjadi kekuatan utama pencatatan perkawinan, dan perubahan konsep pernikahan antara pria dan wanita pada usia yang tepat, peningkatan jumlah orang yang hidup sendiri tidak diragukan lagi menekan kebutuhan pernikahan kelompok usia. 

Jumlah tahun pendidikan diperpanjang, tekanan pekerjaan meningkat, dan rata-rata usia perkawinan pertama juga ditunda. Akibatnya, setelah tahun 2013, jumlah perkawinan tercatat di daerah itu menurun dari tahun ke tahun, dari tahun ke tahun. Dari rata-rata 607 menjadi 364 pasangan pernikahan per hari pada tahun 2013 hingga 2021.

Pada periode yang sama, jumlah warga yang bercerai di wilayah tersebut menunjukkan kecenderungan yang mula-mula meningkat dan kemudian menurun. Pada tahun 2021 jumlah warga yang bercerai di kabupaten tersebut akan berkurang menjadi 55.500 (setara dengan 55% dari tahun 2017).

BACA JUGA : Ramai Sejumlah Pihak Respons Pernyataan Jokowi soal Pemimpin Rambut Putih

Mengenai fenomena tersebut, yang harus dipahami dengan benar adalah perlunya secara efektif menekan biaya perkawinan, membenahi kebiasaan perkawinan yang tidak wajar seperti hadiah pertunangan yang selangit.

Lebih mengoptimalkan dan meningkatkan lingkungan perkawinan dan persalinan, memperluas lingkaran pergaulan anak muda, memperkuat publisitas dan pembinaan yang positif, serta menjadikan perkawinan sebagai pilihan alami untuk lebih banyak generasi muda.(mdr2/lal)