Waduh! 13 Negara di Afrika Laporkan 6.883 Kasus Cacar Monyet

Sekitar 13 negara Afrika melaporkan 6.883 kasus cacar monyet sejak awal 2022, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika) pada Kamis

NUSADAILY.COM – ADDIS ABABA –  Sekitar 13 negara Afrika melaporkan 6.883 kasus cacar monyet sejak awal 2022, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika) pada Kamis (27/10).

Melansir Xinhua, 173 kematian dan rasio kasus kematian sebesar 2,5 persen juga telah terdaftar selama periode yang sama. Badan kesehatan kontinental mencatat bahwa dari 6.883 kasus, 5.992 kasus suspek dan 891 kasus terkonfirmasi, berdasarkan data yang dirilis oleh CDC Afrika.

BACA JUGA : Pemprov DKI Terima 34 Ribu Vial Vaksin COVID-19...

Kasus cacar monyet dilaporkan dari delapan negara endemik dan lima negara non-endemik. Delapan negara endemik tersebut adalah Benin, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Kongo, Republik Demokratik Kongo, Ghana, Liberia dan Nigeria; lima negara non-endemik adalah Mesir, Maroko, Mozambik, Afrika Selatan dan Sudan, menurut CDC Afrika.

Menyusul pengumuman oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat global yang menjadi perhatian internasional pada Juli tahun ini, CDC Afrika meminta negara-negara Afrika untuk memperkuat kapasitas diagnostik laboratorium dan kapasitas pengurutan genom untuk cacar monyet.

BACA JUGA : Kemenkes Ungkap Kapan Pemberian Booster Kedua COVID-19 untuk Umum

Badan kesehatan kontinental juga meminta negara-negara Afrika untuk mengembangkan dan menyalurkan pesan komunikasi risiko umum dan khusus untuk komunitas dan kelompok populasi yang rentan.

Monkeypox, pertama kali terdeteksi di laboratorium monyet pada tahun 1958, diduga menular dari hewan liar seperti tikus ke manusia, atau dari manusia ke manusia. Infeksi biasanya menyebabkan demam, ruam dan pembengkakan kelenjar getah bening.(mdr1/lal)