Wabah Tak Kunjung Usai, Berapa Sih Tingkat Keparahan Setiap Jenis Omicron?

Kondisi wabah Omicron yang tak kunjung usai membuat prihatin masyarakat diantaranya seperti penyakit serius hingga kematian setelah terinfeksi strain Omicron. Tapi pernahkah Anda berfikir mengenai tingkat keparahan dari masing-masing jenis virus ini?

Wabah Tak Kunjung Usai, Berapa Sih Tingkat Keparahan Setiap Jenis Omicron?
omicron (sumber: istockphoto)

NUSADAILY.COM - BEIJING - Kondisi wabah Omicron yang tak kunjung usai membuat prihatin masyarakat diantaranya seperti penyakit serius hingga kematian setelah terinfeksi strain Omicron. Tapi pernahkah Anda berfikir mengenai tingkat keparahan dari masing-masing jenis virus ini?

Melansir Tencent News, Brother Hao dengan menggunakan data makalah yang dia temukan selama ini untuk membicarakan masalah ini. Sebelumnya, alangkah lebih baik untuk mengenal sejarah perkembangan keluarga Omicron sejak kelahiranhya pada November tahun lalu.

BACA JUGA : Waduh! Terjadi Bentrok Brutal antara Pekerja dan Polisi...

Sejarah Omicron

Omicron dengan cepat memusnahkan generasi pecandu narkoba sebelumnya dengan cara "blitzkrieg". Tapi tidak lama kemudian, keluarga Omicron mulai bermutasi, dan tiga varian subtipe BA.1, BA.2 dan BA.3 muncul satu demi satu, dan kemudian diturunkan lagi BA.4, BA.5, dan BA. 2.12 adalah gelombang balik subtipe baru terbaru sudah BQ.1 dan BQ.1.1.

Omicron BA.2

Untuk BA.2, tingkat penyakit kritis turun menjadi 0,4%, dan angka kematian jug aturun menjadi 0,3%. Dalam table yang sama, bahkan untuk galur Delta, kedua angka tersebut masing-masing hanya 1% dan 0,7%. Mengenai penurunan tingkat toksisitas Delta bisa saja terjadi, terutama karena popularitas vaksin dan penghalang kekebalan yang dibuat setelah infeksi skala besar.

BACA JUGA : Berawal Whatsapp Bupati Magetan Tempat Wisata Ini Bangkit dari Keterpurukan

Omicron BA.4 dan BA.5

Berdasarkan makalah tersebut, jumlah infeksi BA.4 dan BA.5 dalam sampel sangat kecil, totalnya kurang dari 2.000, jadi kesimpulannya tidak terlalu berarti. Penilaian tingkat keparahan dan moralitas kedua galur ini sekarang lebih bergantung pada hasil pengamatan.  

Tetapi opini arus utama di kalangan akademisi masih cenderung mendukung bahwa data mereka tidak boleh lebih serius daripada data BA.2. Tentu saja, sebagian alasannya adalah tingkat vaksinasi vaksin, termasuk suntikan penguat, dan vaksin yang secara khusus menargetkan Omicron, terus meningkat.

Pada saat yang sama, beberapa obat antibodi mahkota baru yang terbukti efektif, seperti AstraZeneca, evushheld dan bebtelovimab (bebtelovimab) juga terus beredar di pasaran.(mdr2/lal)