Usai Rekor Panen Gandum, Petani Rusia Memiliki Masalah Baru

Ketika Eropa dan Amerika Serikat dilanda kekeringan dan produksi pangan mencapai tingkat yang berbeda-beda, Rusia membawa panen besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

NUSADAILY.COM – MOSKOW - Ketika Eropa dan Amerika Serikat dilanda kekeringan dan produksi pangan mencapai tingkat yang berbeda-beda, Rusia membawa panen besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Melansir new.qq.com, data terakhir Kementerian Pertanian Rusia menunjukkan, sepanjang tahun ini gudang Rusia telah memanen 147,5 juta ton gabah, sementara panen masih berlangsung. 

BACA JUGA : Hampir Pasti Xi Jinping Jadi Presiden China Periode 3

Kementerian Pertanian Rusia memprediksi panen gandum tahun ini diperkirakan mencapai 150 juta ton, dan gandum akan mencapai 100 juta ton, keduanya merupakan rekor tertinggi. Ini mengikuti rekor panen gandum Rusia sebesar 135 juta ton pada tahun 2017, termasuk 86 juta ton gandum.

Namun, permasalahan yang muncul adalah kendala mengenai ekspor produk biji-bijian. Konflik antara Rusia dan Ukraina pecah pada akhir Februari, dan Barat memberlakukan beberapa sanksi terhadap Rusia.

BACA JUGA : Penobatan Raja Charles III Dilakukan Pada 6 Mei 2023 di London

Meskipun sanksi itu sendiri tidak secara langsung melibatkan ekspor biji-bijian Rusia, Barat telah memberlakukan banyak pembatasan pada Rusia dalam hal asuransi pengiriman dan penyelesaian transaksi, yang telah membujuk banyak pembeli biji-bijian Rusia.

Dihadapkan dengan panen melimpah, petani Rusia memiliki masalah baru. SovEcon, analisis pasar dan firma konsultan mengatakan bahwa gandum menumpuk di Rusia, dan hasil yang sangat besar tidak dapat dikonversi menjadi ekspor yang sesuai.

Hal tersebut menjadi masalah utama bagi petani Rusia selama beberapa bulan terakhir.(mdr2/lal)