Usai Bos Rental Jakarta Menjemput Maut ke Pati, Muncul Konten 'Sukolilo Bos', Tanah Para Bandit

Sejak itu, Pati, Sukolilo, dan Sumbersoko terus 'diawasi. Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, mengatakan, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi secara khusus memerintahkan Ditreskrimum membentuk tim gabungan bersama Polresta Pati untuk mengungkapkan kasus itu. Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Timur juga ambil bagian.

Jun 19, 2024 - 07:07
Usai Bos Rental Jakarta Menjemput Maut ke Pati, Muncul Konten 'Sukolilo Bos', Tanah Para Bandit

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) terus disorot setelah tragedi pengeroyokan bos rental mobil. Diawasi langsung oleh polisi dan dipantau warganet dari Google.

Pengawasan itu bermula dari peristiwa mengerikan itu terjadi pada 6 Juni 2024. Burhanis, 52 meninggal setelah dikeroyok warga dan dituduh maling di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah.

Dari hasil penyelidikan, Burhanis merupakan bos rental mobil Mitra Cempaka berlokasi di Jalan Sumur Batu Raya Nomor 10, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dia mengambil mobil miliknya yang disewa namun tidak kembali bersama tiga rekannya.

Kepolisian menetapkan sepuluh tersangka dari pengeroyokan itu.

Sejak itu, Pati, Sukolilo, dan Sumbersoko terus 'diawasi. Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, mengatakan, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi secara khusus memerintahkan Ditreskrimum membentuk tim gabungan bersama Polresta Pati untuk mengungkapkan kasus itu. Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Timur juga ambil bagian.

Beragam temuan didapati. Mulai dari motor-motor tanpa pelat nomor di jalanan, showroom warga tapi kendaraan bodong, penolakan dari usaha persewaan mobil lain, hingga munculnya istilah kampung bandit.

Motor Tanpa Pelat Nomor

Warganet juga kompak mengawasi area itu. Salah satunya, viral di media sosial banyak kendaraan bermotor di wilayah Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, tidak menggunakan pelat nomor. Situasi itu didapatkan melalui penelusuran via Google Street View di Jl Kayen-Sukolilo, dekat Pasar Sukolilo, kemudian di dekat SDN 01 Sukolilo, dan Jl Sukolilo - Babalan.

Dikutip dari bpkri, pelat nomor atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) merupakan tanda Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor (Regident Ranmor) sebagai fungsi kepolisian untuk memberikan legitimasi asal usul dan kelaikan, kepemilikan serta pengoperasian ranmor, fungsi kontrol, forensik kepolisian dan pelayanan kepada masyarakat.

TNKB berupa pelat atau berbahan lain dengan spesifikasi tertentu yang diterbitkan Polri. TNKB atau pelat nomor itu harus dipasang di depan dan belakang pada kendaraan sesuai Perpol No.7 Tahun 2021yang mengatur tentang Registrasi Dan Identifikasi Kendaraan Bermotor pasal 45 ayat 3.

'Showroom Motor' di Rumah Warga

Polda Jawa Tengah bersama Polres Pati mendapatkan temuan tidak biasa di rumah warga Desa Sumbersoko, Sukolilo, Pati saat patroli kendaraan bodong selama tiga hari. Kepolisian mengamankan 33 motor dan enam mobil saat patroli kendaraan bodong di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Pati.

Barang bukti terbanyak diamankan berada di rumah warga Sukolilo bernama Kunarso, yakni 25 unit kendaraan bodong. Rinciannya 23 unit motor dan dua unit mobil. Saking banyaknya kendaraan bodong, kediaman Kunarso diibaratkan sebagai showroom. Mayoritas tidak dilengkapi dengan dokumen kepemilikan yang lengkap.

"Sudah diturunkan tim untuk melakukan pengecekan kendaraan-kendaraan yang di wilayah sana, ada surat-suratnya atau tidak," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Stefanus Satake Bayu pada 16 Juni 2024.

Tag Tanah Para Bandit, Wisata Primitif di Google Maps

Belakangan, muncul beragam tag negatif di Google Maps untuk Desa Sumbersoko, Sukolilo, Pati. Sampai-sampai, Camat Sukolilo Andrik Sulaksono keberatan dan melaporkannya ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Terkait dengan Google Map ada disebutkan diubah, saya rasa tidak etis ada nama perubahan di Google Map. Banyak teman-teman Sukolilo yang kontak saya ini kok diubah," kata Andrik pada 18 Juni.

"Saya sampaikan kalau kondisi di Sukolilo ini tidak ada problem. Saya rasa (kondisi saat ini) masih wajar karena setelah kejadian tersebut ada langkah-langkah yang dilakukan pihak kepolisian," Andrik menambahkan.

Dari pantauan detikTravel hingga Rabu (19/6) pukul 04.30 WIB, tag di Google Maps kawasan itu antara lain Tanah Para Bandit, Wisata Primitif, Desa Sukomaling Jaya, dan Penadah Kendaraan Rental.

Andrik menegaskan warganya tidak seperti yang dinarasikan lewat tag tersebut. Dia juga menyatakan apa yang terjadi di Sumbersoko atau Sukolilo bisa menjadi pembelajaran bersama untuk melangkah yang terbaik yang ada di Kecamatan Sukolilo.

Selebgram Pati Bikin Konten 'Sukolilo Bos, Jangan Main-main'

Di saat Sukolilo disorot, salah satu selebgram asal Pati Teyeng Wakatobi atau bernama asli Bagas Kurniawan bikin konten 'Sukolilo Bos'. Kabid Humas Polda Jateng Kompol Satake Bayu mengatakan Teyeng telah diperiksa sebagai saksi.

Teyeng membuat konten dengan latar belakang kejadian pembakaran mobil yang terjadi pada 6 Juni itu. Teyeng berbicara kalau kurang paham dikasih paham. Kemudian, dikasih hajar kalau kurang ajar. Selain itu, dia bilang ini Sukolilo jangan main-main.

Setelah diperiksa polisi, dia membuat video lanjutan yang isinya permintaan maaf.

Diblacklist Pengusaha Rental Mobil

Buntut dari tragedi itu, warga pemilik kartu tanda penduduk (KTP) Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), dimasukkan ke dalam daftar hitam pengusaha rental. Salah satunya oleh PT Rangga Ringgo Transindo (RRT), asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

"Buat warga Pati, terutama warga Desa Sukolilo, sepurane (maafkan), kami tidak lagi mau menyewakan kendaraan kami. Kami akan blacklist semua konsumen yang ber-KTP Kabupaten Pati," demikian tulis akun media sosial resmi PT Rangga Ringgo Transindo.(han)