Usai Beli Twitter, Kini Elon Musk Pegang 5 Perusahaan Raksasa Dunia

Dengan membeli Twitter, Elon Musk memegang 5 perusahaan teknologi sekaligus, sebagian adalah raksasa di bidang masing-masing. Twitter sendiri adalah salah satu media sosial terpopuler, dengan sekitar 400 juta pengguna di seluruh dunia.

Usai Beli Twitter, Kini Elon Musk Pegang 5 Perusahaan Raksasa Dunia
Elon Musk (CNN)

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Dengan membeli Twitter, Elon Musk memegang 5 perusahaan teknologi sekaligus, sebagian adalah raksasa di bidang masing-masing. Twitter sendiri adalah salah satu media sosial terpopuler, dengan sekitar 400 juta pengguna di seluruh dunia.

Saat ini, Elon Musk adalah nakhoda Tesla, SpaceX, The Boring Company dan Neuralink. Ditambah Twitter, kesibukannya jelas semakin bertambah, bahkan tak menutup kemungkinan orang terkaya dunia ini jadi kewalahan.

BACA JUGA: Drama Akuisisi Twitter Diperkirakan Berakhir, Elon Musk Janji Beri Kesepakatan pada Hari Jumat


Memang, dia dikenal sebagai pekerja keras. Bahkan ketika pernah ditanya apa benar ia bekerja sampai 90 jam per minggu, Elon Musk menyebut jam kerjanya lebih tinggi lagi.

"Dalam tahun-tahun belakangan, (jam kerja itu) jauh lebih tinggi. Aku tidak merekomendasikannya, buruk buat kebahagiaan dan kesehatan," kata dia, seperti dikutip detikINET dari BBC, dilansir Jumat (28/10/2022).

Tesla adalah perusahaan otomotif dengan valuasi tertinggi di dunia, SpaceX mengembangkan roket canggih dan berambisi menuju ke Planet Mars, Boring Company ingin merevolusi transportasi dengan terowongan bawah tanah serta Neuralink berniat menghubungkan otak manusia dengan komputer.

Mengenai Twitter, ia sudah mengemukakan beberapa rencana terobosan. Tentu Elon Musk ingin agar investasi besarnya dalam membeli Twitter, senilai USD 44 miliar, tidak menguap begitu saja.

Misalnya, melonggarkan kebijakan moderasi konten Twitter, bahkan mungkin mengizinkan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali ke Twitter.

BACA JUGA: Elon Musk Akan PHK 75% Pegawai Usai Akuisisi Twitter


Musk membuat surat pada pengiklan bahwa Twitter tetap akan menjadi tempat terbuka untuk semua orang. "Twitter tentu saja tidak bisa menjadi neraka free-for-all, di mana semua hal bisa dikatakan tanpa konsekuensi!" kata Musk dalam suratnya yang diunggah di Twitter.

"Selain menaati hukum, platform kami harus menjadi tempat yang hangat dan terbuka untuk semua orang, di mana kalian bisa memilih pengalaman yang diinginkan sesuai preferensi," sambung Elon Musk.(eky)