Uni Eropa Keluarkan Aturan untuk Capai Kesepakatan Batas Harga Gas Alam

Pada 18 Oktober, Komisi Eropa usulkan paket langkah-langkah energi darurat untuk mencoba membatasi harga gas alam untuk memperlambat dampak harga tinggi pada konsumen dan bisnis. Tetapi rencana tersebut telah ditunda karena perbedaan serius diantara negara-negara anggota.

NUSADAILY.COM-JAKARTA- Pada 18 Oktober, Komisi Eropa usulkan paket langkah-langkah energi darurat untuk mencoba membatasi harga gas alam untuk memperlambat dampak harga tinggi pada konsumen dan bisnis. Tetapi rencana tersebut telah ditunda karena perbedaan serius diantara negara-negara anggota.

Baca Juga: Selamat! Daniel Craig Terima Medali dari Kerajaan Inggris...

Melansir new.qq.com, pada hari yang sama, patokan berjangka gas alam TTF Eropa turun sebanyak 10%, memperpanjang penurunan baru-baru ini.

Dalam upaya baru untuk meredakan krisis energi, Komisi Eropa mengusulkan pembelian gas bersama oleh negara-negara anggota sebesar 15% dari total penyimpanan UE (sekitar 13,5 miliar meter kubik) pada musim dingin 2023.

Langkah-langkah tersebut tidak termasuk pembatasan langsung pada harga gas. UE telah mengusulkan kompromi yang mengharuskan negara-negara memberikan mandat kepada Komisi Eropa untuk mengusulkan “mekanisme amandemen” sementara untuk menetapkan harga maksimum untuk transaksi gas TTF Belanda.

Langkah-langkah lain termasuk membatasi volatilitas di pasar derivatif (pasar keuangan) energi, mewajibkan pengurangan konsumsi gas alam dan menetapkan patokan baru untuk gas alam cair dalam jangka waktu yang lebih lama untuk menghindari harga yang lebih tinggi dan membatasi spekulasi. Rencana tersebut mengharuskan tempat perdagangan untuk membentuk mekanisme manajemen volatilitas.

Baca Juga: Arab Saudi Umumkan Perempuan Diizinkan Haji dan Umrah Tanpa Mahram

Para pemimpin 27 negara Uni Eropa akan membahas beberapa langkah tersebut pada pertemuan puncak di Brussels pada 20 Oktober. Pada saat itu, para menteri dan diplomat akan mencoba untuk segera merundingkan proposal dengan maksud untuk menyetujui RUU akhir bulan depan. (mdr2/lna)