Wisata Simpang Lima Gumul Serasa Liburan ke Perancis

  • Whatsapp
Monumen
Monumen Simpang Lima Gumul Kediri (pegipegi)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KEDIRI – Monumen Simpang Lima Gumul atau biasa disingkat SLG adalah salah satu bangunan yang menjadi ikon Kabupaten Kediri. Kini SLG menjadi salah satu objek wisata yang populer di Kediri.

Selain sebagai ikon sebuah kota, saat ini SLG juga menjadi sentra (pusat) ekonomi dan perdagangan baru (Central Business District) bagi masyarakat di Kabupaten Kediri.

BACA JUGA: Temani Ngabuburit, Dufan Kembali Hadirkan “Magic House” – Nusadaily.com

Daya Tarik Simpang Lima Gumul

  • Keindahan Arsitektur
Twitter @gumul_kediri

Monumen Simpang Lima Gumul yang terletak di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri mampu menarik perhatian wisatawan karena bangunannya mirip dengan Monumen Arc de Triomphe yang berada di Perancis.

Monumen ini dibangun sejak tahun 2003 dan diresmikan pada tahun 2008 oleh Bupati yang menjabat pada waktu itu, Sutrisno. Kawasannya sendiri, memiliki luas tanah hingga 37 hektar dengan luas bangunan adalah 804 meter persegi dan tingginya mencapai 25 meter.

Angka pada tinggi dan luas Monumen SLG ini bukan tanpa alasan, melainkan mengandung arti tersendiri. 25 pada tinggi bangunan menandakan hari jadi Kediri yang jatuh pada tanggal 25 bulan Maret. Sementara luas 804 meter persegi ini menandakan tahun hari jadi Kediri, yaitu 804 Masehi.

Bangunan ini memiliki 6 lantai dan 3 anak tangga. Di bagian sisi monumen terdapat pahatan relief yang menggambarkan tentang sejarah Kediri serta kesenian dan kebudayaan yang ada saat ini.

Konsep bangunan ini terinspirasi dari Jongko Jojoboyo, raja dari Kerajaan Kediri abad ke-12 yang bercita-cita ingin menyatukan lima wilayah di Kabupaten Kediri.

Begitu masuk ke Monumen Simpang Lima Gumul pengunjung akan menemukan beberapa ruang pertemuan di gedung utama dan ruang auditorium dengan atap kubah. Kemudian di sisi bagian atas bangunan, pengunjung akan menemukan diorama dan minimarket yang menjual berbagai macam souvenir.

Selain itu SLG memiliki ruang serba guna yang terletak di bagian bawah tanah, di bagian bawah tanah ini juga, pengunjung akan menemukan 3 akses lorong yang menghubungkan tempat parkir ke basement monumen.

BACA JUGA: Menanti Senja Romantis di Pantai Jimbaran Bali – Noktahmerah.com

  • Sarana Umum dengan Berbagai Fasilitas

Bertolak tak jauh dari monumen, pengunjung dapat menemukan beragam fasilitas seperti gedung serba guna, gedung pemerintahan, bank daerah, terminal bus antar kota, Pasar Tugu, hingga wahana wisata macam Water Park Gumul dan Paradise Island.

Ketika pagi hari, Simpang Lima Gumul menjadi tempat untuk Jogging dan Bersantai bagi warga lokal maupun para wisatawan.

Lain halnya dengan pengunjung remaja yang memilih malam hari sebagai waktu berkunjung di Monumen SLG. Karena di malam hari, pengunjung dapat menyaksikan keindahan lampu sorot di persimpangan ini.

  • Spot Foto

Pengunjung dapat juga berfoto di sekitar monumen ataupun pada sarana rekreasi yang berada tak jauh dari bangunan tersebut. Kalau ingin hasilnya lebih menarik pengunjung bisa datang saat malam hari karena gemerlapnya lampu yang berada di sekitar monumen sangatlah artistik dan indah jika diabadikan dalam foto.

  • Menikmati Kuliner

Rasanya tak lengkap jika berwisata tanpa mencicipi kuliner khas kota tersebut. Di Monumen SLG, pengunjung dapat berwisata kuliner di pusat kuliner. Lokasinya berada di sisi barat Monumen SLG, yang dapat dijangkau dengan melewati lorong bawah tanah.

Berbagai menu kuliner dapat pengunjung temukan di sini. Ada makanan berat hingga ringan, seperti getuk pisang, sempol, serta masih banyak jajanan lainnya.

BACA JUGA: Melihat Keindahan 7 Desa Tertinggi di Indonesia – Imperiumdaily.com

Jam Operasional dan Tiket Masuk Simpang Lima Gumul

Monumen Simpang Lima Gumul buka 24 jam dan pengunjung tidak akan dipungut biaya sepeserpun untuk memasukinya, jadi dapat datang kapan saja. Pagi menikmati indahnya pemandangan sekitar, atau sore sambil menyaksikan matahari terbenam. Tak sedikit pengunjung yang datang di malam hari untuk menikmati kerlap-kerlip lampu Kota Kediri.(eky)