Wisata Keliling Kota dengan Hidangan Ala Chef Hotel Bersama “Buskul”

  • Whatsapp
buskul
Penumpang bus kuliner menikmati hidangan sambil keliling kota. (foto: ric/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA- Pandemi Covid-19 belum usai. Sejumlah sektor usaha terdampak. Tak terkecuali perusahaan transportasi. Memasuki kebiasaan baru (new normal), salah satu usaha yang bergerak pada bidang transportasi mulai bangkit dengan menghadirkan inovasi terbaru mereka. Seperti yang dilakukan Dewisata yang menawarkan wisata Bus Kuliner (Buskul)

Buskul merupakan sebuah inovasi yang dilakukan Dewisata sebagai alternatif wisata yang dapat menikmat kuliner di atas bus ala bos dengan berkeliling Kota Surabaya.

Baca Juga

Iklan bus kuliner di Surabaya.

Ika Dewi selaku Owner Dewisata menjelaskan wisata Buskul ini merupakan sebuah inovasi yang dilakukan untuk kembali membangkitkan sektor pariwisata yang selama pandemi tidak ada kegiatan sama sekali.

“Memasuki  kebiasaan baru ini kami mencoba menghadirkan wisata alternatif yang dapat menikmat kuliner di atas bus,” ujarnya.

Wisata Buskul ini terbagi menjadi 4 sesi rute yaitu sesi pertama yang berkeliling Taman Bungkul, Tunjungan Plaza dan Jalan Pahlawan pada pukul 09.00-11.00 WIB.

Sesi rute kedua dimulai pukul 12.00 WIB hingga 14.00 WIB yang akan melalui Grahadi – Monkasel- Bambu Runcing

Kemudian sesi ketiga dimulai pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB yang akan menuju Surabaya North Quay. Pada sesi ini para peserta diajak untuk menikmati senja sambil berfoto bersama dengan durasi waktu 45 menit.

Kemudian pada rute ke-empat yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga 20.00 WIB yang akan melalui Merr hingga Suramadu. Wisata Buskul ini diadakan pada setiap hari weekend yang dapat menjadi solusi warga Surabaya untuk sejenak berwisata.

Untuk dapat menikmat wisata Buskul ini dikenakan tarif 75 ribu per orang. Masyarakat akan mendapatkan snack,kopi,air mineral dan tentu saja kuliner mewah yang disupport oleh BW Papilio Surabaya dan Swissbellin Surabaya.

Ika menambahkan bahwa wisata Buskul ini tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai yang dianjurkan dengan mengurangi kapasitas bus yang hanya 28 penumpang dari kapasitas normal yaitu 48 orang, physical distancing

“Kemudian juga sebelum memulai perjalanan kami juga melakukan pengecekan suhu tubuh, hand sanitizer dan kami membagikan masker secara gratis,” ujarnya.(ric/aka)

Post Terkait

banner 468x60