Megahnya Aset Kesultanan Taman Sari Yogyakarta

  • Whatsapp
Taman Sari
Taman Sari Yogyakarta (sewamobiljogja.id)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – YOGYAKARTA – Yogyakarta salah satu kota yang memiliki banyak peninggalan sejarah, salah satunya adalah Taman Sari Yogyakarta, yang kini dimanfaatkan sebagai tempat wisata edukasi.

Taman Sari yang berlokasi di Jalan Tamanan, Patehan Kraton, Kota Yogyakarta ini memiliki gaya arsitektur unik, yakni perpaduan dua elemen arsitektur Jawa dan arsitektur Portugis. Keunikan inilah yang menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi tempat ini.

Taman Sari kini telah menjadi landmark bagi Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain sebagai destinasi wisata, Taman Sari pada saat tertentu juga masih digunakan sebagai tempat ritual oleh keluarga raja.

BACA JUGA: Memijak Kekuasaan Besar Mematikan di Tebing Nusa Penida Bali – Nusadaily.com

Sejarah Pembangunan Taman Sari Yogyakarta

Dilansir Nusadaily.com dari Kratonjogja.id, Taman Sari Yogyakarta dibangun secara bertahap pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I. Pembangunan dimulai pada tahun 1758 M, ditandai oleh candra sengkala “Catur Naga Rasa Tunggal” yang menunjuk tahun 1684 Jawa. Sengkala yang dapat diartikan sebagai “empat naga satu rasa” ini dapat ditemukan di Gapura Panggung,

Bagian-bagian penting dari kompleks bangunan diselesaikan pada tahun 1765 M, ditandai candra sengkala “Lajering Sekar Sinesep Peksi” yang menunjuk tahun 1691 Jawa. Sengkala yang berarti “kuntum bunga dihisap burung” ini dapat ditemui di Gapura Agung dan ornamen beberapa dinding bangunan.

Desain Taman Sari didasarkan pada gagasan dari Sri Sultan Hamengku Buwono I, adapun gambar teknisnya dikerjakan oleh seorang berkebangsaan Portugis yang diduga datang dari wilayah Gowa, Sulawesi.

Arsitek dari Portugis ini dikenal sebagai Demang Tegis, nama yang kemungkinan besar bersumber dari kebangsaannya. Adapun pimpinan proyek pembangunan Tamansari dipegang oleh Tumenggung Mangundipuro yang kemudian digantikan oleh Pangeran Notokusumo.

Setelah selesai proses pembangunan, Taman Sari secara efektif dimanfaatkan sebagai aset kesultanan mulai tahun 1765 sampai tahun 1812.

BACA JUGA: Mengintip Gerbang Langit di Klenteng Sanggar Agung Surabaya – Noktahmerah.com

Ada Apa Saja di Taman Sari Yogyakarta?

Taman Sari memiliki luas 10 hektar lebih terdiri dari 57 bangunan indah di atasnya. Puluhan bangunan itu meliputi kolam pemandian, danau buatan dengan pulaunya, lorong bawah tanah, kanal air, jembatan gantung, dan beberapa jenis bangunan yang lain.

Taman ini dijuluki Water Kasteel karena terdiri dari kolam-kolam dan unsur air yang mengelilinginya. Disebut juga sebagai The Fragrant Garden karena pohon-pohon dan bunga-bunga yang harum ditanam di kebun-kebun sekitar bangunan.

Dirangkum Nusadaily.com, berikut spot foto menarik yang wajib kalian tahu saat mengunjungi Taman Sari Yogyakarta:

  • Gapura Panggung
  • Gapura Agung
@jogjawisataceria
  • Kolam Taman Sari
@indees29
  • Sumur Gumuling
@ruthcanastasia
@primadonatour
  • Gedung Kenongo

Fasilitas di Taman Sari ini sudah cukup lengkap. Pengelola menyediakan seperti Tempat Parkir, Toilet, Pemandu Wisata, dan Toko Cenderamata.

BACA JUGA: Gua Soekarno Sumenep Karya Penggemar Berat Proklamator – Imperiumdaily.com

Jam Operasional Taman Sari

Taman Sari dibuka setiap hari jam 09.00 – 15.00 WIB

Harga Tiket Masuk Taman Sari

Tiket Masuk Taman Sari ada perbedaan antara pengunjung domestik dan pengunjung manca negara. Khusus pengunjung domestik Rp. 5.000,- per orang dan wisatawan asing Rp. 15.000,- per orang. Disini juga ada tiket masuk untuk kamera sebesar Rp. 3.000,- per kamera.(eky)