Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaTravelMaskapai Garuda Gunakan HEPA untuk Keamanan Penumpang Saat Pandemi

Maskapai Garuda Gunakan HEPA untuk Keamanan Penumpang Saat Pandemi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah menggunakan teknologi HEPA (High-Efficiency Particulate Air) untuk membuat penumpang lebih aman dari potensi paparan virus corona.

Pesawat Garuda Indonesia, khususnya, menggunakan teknologi HEPA atau penyaringan partikel yang kuat, yang diklaim bisa menciptakan udara bersih dalam kabin pesawat, demikian Ade R Susardi selaku Direktur Layanan dan Niaga PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dalam webinar pada Kamis.

BACA JUGA: Keren! Sepeda Motor Terbang Masa Depan Segera Hadir, Harganya Rp 5,7 Miliar

Cara kerja HEPA adalah menghisap sebagian udara dalam kabin dan membuangnya ke luar, sisanya dipompa melalui filter udara HEPA yang memungkinkan virus dan bakteri hilang.

“Setiap dua menit, udara dalam pesawat itu refresh, jadi lebih aman,” kata Ade.

BACA JUGA: Jangan Remehkan Perempuan! Ini 5 Negara dengan Kepala Pemerintah Perempuan

Selain itu, maskapai penerbangan juga tunduk kepada kebiasaan baru yang diatur sebagai syarat terbang yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI di antaranya adalah vaksinasi dan bukti PCR antigen.

“Garuda Indonesia menjamin keamanan terbang mulai dari calon penumpang hendak naik pesawat harus memperlihatkan bukti vaksinasi, hasil tes PCR antigen dan juga scan aplikasi PeduliLindungi. Saat check in kami juga menerapkan protokol kesehatan ketat termasuk jaga jarak antrian dan penggunaan masker,” kata Ade.

BACA JUGA: Begini Pengakuan Seorang Model, Sering Ditawari Jadi PSK

Saat memasuki gate atau lounge, protokol kesehatan tetap diterapkan misal dengan pembatasan kapasitas lounge hingga 50 persen.

“Saat boarding pun diatur jaga jarak antrian, sementara di dalam kabin pun kapasitas maksimal cuma 70 persen dan dengan segala sistem HEPA. Sirkulasi udara terjaga serta penumpang diwajibkan pakai masker kecuali saat minum,” kata dia.

BACA JUGA: Penginapan Mewah Gratis Senilai Jutaan Dolar, Siapa Mau? Ini Syaratnya

Saat penumpang turun dari pesawat, protokol kesehatan juga kembali diterapkan saat proses embarkasi.

“Penumpang turun per lima baris, dan sewaktu menunggu bagasi jarak antrean dijaga. Bagasi juga senantiasa didisinfektan sebelum sampai ke tangan penumpang.”

BACA JUGA: Potret Pernikahan Siri Lesti dan Billar yang Diisukan Hamil Duluan

Geliat penumpang yang melakukan perjalanan udara kembali meningkat. Seiring dengan pelonggaran pembatasan mobilitas masyarakat karena penurunan angka kasus COVID-19 di Indonesia.

“Contohnya untuk penerbangan ke Bali, dari Rabu hingga Minggu ini sudah habis tiket dipesan, kami bahkan tambah satu flight lagi. Trennya menuju weekend memang seperti itu sekarang. Meski demikian kami masih jaga tidak buka 100 persen kapasitas seat,” pungkas Ade meyakinkan agar masyarakat tidak ragu untuk melakukan penerbangan.(eky)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Gerakan Gempur Rokok Ilegal yang Digalakkan Bea Cukai Sasar Desa Olean

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Gerakan gempur rokok ilegal (GGRI) yang digalakkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Situbondo Bea Cukai Jember serta Kejari menyasar...