Lontar Sewu, Desa Wisata Penyejuk Kegersangan Kabupaten Gresik

  • Whatsapp
lontar sewu
Pemandangan dari atas Desa Hendrosari, Kabupaten Gresik, Jatim (ANTARA/ H.O Kemendes)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-GRESIK – Gersang dan panas langsung menusuk mata ketika menyusuri jalanan di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Letaknya berada di tepian pantai utara, jauh dari keramaian dan kebisingan perkotaan.

Ada salah satu sudut, yakni Desa Hendrosari, yang mashur dikenal sebagai desa memabukkan. Ya, karena di lokasi itu menjadi salah satu produsen minuman tradisional bernama tuak. Sebuah minuman beralkohol yang dibuat dari nira buah siwalan yang difermentasi.

Baca Juga

“Dulu kalau orang datang ke sini pulang-pulang pasti mabuk setelah meminum tuak tersebut,” kata Kepala Desa Hendrosari, Asna Hadi Saputra, Rabu 12 Februari 2020.

Namun, kini wajah gersang dan stigma desa memabukkan, mulai terkikis. Warga setempat bahu membahu mengubah kawasan menjadi hamparan hijau. Mereka menamainya Desa Wisata Lontar Sewu.

Desa Lontar Sewu sempat viral serta menjadi jujugan wisatawan milenial. Terutama para instagram mania yang memburu gambar atau lokasi spot foto menarik, instagramable.

Asna mengatakan, untuk mengubah cara pandang orang terhadap desa yang dipimpinnya tidaklah mudah, membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Ia bersama warga sepakat mengubah cara pandang orang luar terhadap desa itu dengan menggenjot potensi pohon siwalan yang sudah terkenal di wilayah setempat.

“Kami bersama masyarakat tergerak untuk mengubah cara pandang terhadap desa kami, dan mengubahnya menjadi peluang untuk mendatangkan wisatawan, sehingga ada perputaran uang di dalam desa,” katanya.

Lahan desa seluas 192 hektare ditanami dengan pohon siwalan yang tumbuh subur. Lalu ditata sedemikian rupa sehingga enak dipandang dan menjadi wisata desa yang mengandalkan tumbuhan dan buah siwalannya.

“Ada 2.600 pohon yang tumbuh di sini, yang kami tata dan lengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung mulai spot swafoto hingga fasilitas lain. Seperti perahu hingga berbagai mainan untuk anak-anak. Warga pun kemudian banyak yang memanfaatkan sebagai wisata alternatif,” katanya.

Post Terkait

banner 468x60