Libur Panjang, Harusnya Pedagang Sate Kelinci Telaga Sarangan Panen Raya

  • Whatsapp
libur panjang sarangan
Parni salah satu pedagang sate di Telaga Sarangan. Foto: Riyanto/nusadaily.com
banner 468x60

MAGETAN – Libur panjang ini harusnya jadi berkah tersendiri bagi pedagang sate kelinci di Telaga Sarangan Magetan. Sejumlah pedagang mengaku penjualannya meningkat meski tidak signifikan. Mereka syukuri itu, angkanya lumayan dibanding ketika pandemi COVID-19 menerjang sektor wisata Magetan.

Baca Juga

BACA JUGA: Hotel Sarangan Berumur Ratusan Tahun Dijual Rp 22 Miliar

BACA JUGA: Telaga Sarangan Sepi Wisatawan, Padahal Libur Panjang

“Lumayan buat nyambung hidup,” ungkap Parni 40 tahun salah satu pedagang sate kelinci Sarangan.

”Naik bila dibanding hari hari biasa, ” imbuhnyanya kepada nusadaily.com (Rabu 28/102020).

Sate kelinci satu porsi isi 10 tusuk dengan lontong ia jual dengan harga Rp 18.000. Sedangkan sate ayam Rp. 15000. Bila hari libur dapat menjual hingga 500 tusuk baik sate kelinci maupun sate ayam.

“Bila tidak hari libur, paling hanya 100 Tusuk. Kadang tidak laku sama sekali karena sepi wisatawan akibat pandemi. Libur seperti hari ini ya habislah 500 tusuk,” ungkapnya.

Jika ramai ia dapat kantongi untung antara Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu sehari.

“Alhamdulillah buat nyambung kebutuhan hidup, kan sebelumnya berhenti jualan akibat Sarangan dilockdown. Kami tidak bisa mencari nafkah hampir tiga bulan lebih tidak ada wisatawan akibat tutup,” pungkasnya.

Para pedagang sate berharap pandemi ini segera berlalu. Agar kegiatan pariwisata kemabali berjalan normal, dapat mencari rezeki lancar.(nto/cak)

Post Terkait

banner 468x60