Libur Imlek, Telaga Sarangan Sepi, Jalan Tembus Banjir Pengunjung

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Hal kontras tersaji pada liburan Imlek tahun ini. Kawasan Sarangan terlihat sepi, sementara di daerah jalan tembus dibanjiri pengunjung pada Minggu (14/02/2021).

Lokasi wisata Telaga Sarangan Kabupaten Magetan sepi pengunjung. Sejak awal libur hingga hari ini tercatat tiga hari jumlah wisatawan tidak sampai 7 ribu.

Justru jalan tembus yang membelah gunung lawu sekaligus penghubung antara Kabupaten Magetan dengan Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah sepanjang kurang lebih 10 Km justru ramai dikunjungi ribuan wisatawan. Sekedar nongkrong, berswafoto hingga tempat pamer motor.

Dari keterangan yang dihimpun nusadaily.com di lapangan, mayoritas anak muda ini mengaku hanya ingin suasana berbeda. Selain itu gratis dan murah, uang saku bisa untuk jajan, ditambah sebagai ajang pamer kendaraan.

”Di jalan tembus enak, adem terus gratis. Uang saku daripada untuk beli tiket masuk telaga sarangan enakan buat jajan. Yang jelas berhemat saat pandemi ini nyari uang susah, ” kata Erma Ramadani pengujung asal Ponorogo.

Berbeda dengan Suparman warga Kabupaten Ngawi, Ia nongkrong di jalan tembus ingin berkumpul dengan komunitas motor baik dari Magetan Ponorogo maupun komunitas dari Jawa Tengah.

”Enak buat nongkrong, tinggal parkir di tepi jalan, janjian dengan komunitas. Selain itu juga gratis. Yang penting bisa isi bensin bisa ngopi di warung sepanjang jalan, bahagia dah liburan, ” terangnya.

Selama pandemi, jalan tebus Sarangan-Comorosewu menjadi jujugan wisatawan untuk sekedar ngadem, swafoto, hingga ngopi. Jalan tembus adalah alternatif liburan yang murah meriah. Dibanding masuk sarangan, yang harus membayar tiket masuk sebesar Rp. 20.000,-.

Disampaikan Teguh Kepala Bidang Retrebusi dan Pengelolaan Pariwisata Pariwista dan Kebudayaan Magetan, bahwa data pengujung telaga Sarangan hingga petang ini tercatat, pada hari Jumat ada sebanyak 1. 554 wisatawan, hari kedua 2.936 hari ini turun 2.678 wisatawan total 6.668 wisatan. Menurun 75% bila dibandingkan sebelum Covid-19,” pungkasnya. (nto/kal)