Ini Syarat Naik Gunung Lawu Via Cemoro Sewu Selama Pandemi

  • Whatsapp
syarat naik gunung lawu
Sejumlah pendaki bergerak di jalur pendakian Lawu via Cemoro Sewu. Foto: Riyanto/nusadaily.com
banner 468x60

MAGETAN- Syarat naik Gunung Lawu via Cemoro Sewu kian ketat. Pihak Perhutani pengelola jalur pendakian Gunung Lawu Magetan Jawa Timur via Cemoro Sewu menerapkan aturan selama pandemi. Termasuk pada libur panjang sekarang ini, selain menaati protokol kesehatan.

Baca Juga

BACA JUGA: Pantangan, Warga Bojonegoro dan Cepu ‘Dilarang’ Mendaki Gunung Lawu, Bagaimana Asal Usul Mitos Ini? – Imperiumdaily.com

BACA JUGA: Pantangan Lain yang Tidak Boleh Dilanggar Saat Mendaki Gunung Lawu

Aturan untuk para pendaki, antara lain:

  • Dilarang memakai celana dan jaket berbahan jeans
  • Dilarang melintas jalur pendakian lain
  • Dilarang membawa tisu basah
  • Dilarang membuang sampah sembarangan
  • Pengambilan Identitas harus disertakan membawa barang bukti sampah
  • Bagi pendaki di bawah 18 tahun harus didampingi orang yang lebih berpengalaman di bidang pendakian

” Kami akan menindak tegas bagi pendaki yang melanggar peraturan,” kata Kholil KRPH Sarangan, pengelola jalur pendakian Cemoro Sewu Gunung Lawu.

Larangan di atas demi keselamatan pendaki. Larangan pemakaian bahan jeans misalnya. Karena bahan kain tersebut tidak tidak dapat melindungi pendaki dari suhu dingin.

Kedua soal melintas jalur lain, ini diambil atas kesepakatan masing-masing pos pendakian. Yaitu pos Candi Ceto, Pos Cemoro Kandang dan Pos Cemoro Sewu sendiri.

”Sering terjadi pendaki naik via Cemorosewu turun jalur lain. Namun tidak segera melapor. Sehingga dicari oleh pihak keluarga,”  terangnya soal syarat naik Gunung Lawu.

Sedangkan tisu basah merupakan bahan yang tidak bisa terurai dan mengotori alam. Lalu soal larangan pendaki di bawah 18 tahun belum berpengalaman pendaki beresiko. Sehingga harus didampingi.

”Pernah terjadi pendaki tersesat hingga meninggal dunia akibat minim pengetahuan soal pendakian gunung. Cuaca puncak Lawu sering berubah-ubah. Kadang badai, kadang hujan, kadang cuaca yang sangat dingin dan berkabut,” jelasnya.

Tercatat kurang lebih 400 pendaki di hari kedua libur panjang ini. Salah satunya Ardian pendaki asal Trenggalek. Ia mengaku sengaja bersama-sama teman mendaki untuk menghabiskan waktu liburan.

”Liburan naik gunung menyenangkan. Selain dapat menikmati alam secara langsung. Juga dapat menyalurkan hobbynya, tetap menaati prokes dan aturan naik gunung,” papar soal keselamatan pendaki.

Jumlah pendaki diprediksi masih akan terus meningkat, puncaknya pada Sabtu dan hari Minggu. Meski libur panjang pengelola tidak akan menaikkan harga tiket pendakian yaitu tetap Rp. 20 ribu.

Untuk antisipasi membludaknya jumlah pendaki. Pihak Perhutani mengaku sudah menempatkan petugasnya pada tiap-tiap pos. Serta dibantu pihak TNI Polri, BPBD dan relawan dalam pengamanan.

”Saat pandemi, setiap pendaki juga wajib melalui pemeriksaan sesuai prokes dan pembatasan jumlah pendaki. Agar tidak terjadi penumpukan sehingga terjadi kerumunan,” pungkasnya.(nto/cak)

Post Terkait

banner 468x60