G-Land Banyuwangi, Surga Tersembunyi Para Peselancar

  • Whatsapp
Pantai G-Land
G-Land surganya peselancar dunia. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – G-Land justru masih terdengar asing bagi sebagian besar wisatawan nusantara, berbeda halnya dengan wisatawan mancanegara. G-Land atau yang biasa disebut Pantai Plengkung adalah salah satu destinasi favorit turis asing saat berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur.

Pantai ini terletak di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Sebab itu, tempat ini dianggap sebagai salah satu surga tersembunyi bagi para peselancar dari berbagai belahan dunia.

Baca Juga

G-Land menyuguhkan keindahan alam yang kaya dengan hamparan laut biru yang luas, serta ombak yang memanjang, tinggi, dan besar. Hal itulah yang membuat para peselancar manapun tertatang ingin menaklukannya. 

BACA JUGA: Ini Alasan Luhut Dukung Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Liga Selancar Dunia

Panjang ombak pantainya bisa mencapai 2 kilometer dengan ketinggian ombak hingga 8 meter. Gelombang pasang di G-Land seringkali dapat membentuk tabung air yang hampir sempurna. Tak heran, jika ombak di G-Land disebut sebagai ombak terbaik kedua setelah Hawaii, Amerika Serikat.

Pantai G-Land menyajikan Ombak G-Land memiliki tiga tingkatan antara lain Many Track Waves, Speedis Waves, dan Kong Waves, dengan begitu peselancar dapat memilih tipe ombak, mulai dari.peselancar pemula maupun yang sudah keahlian tingkat tinggi.

Seperti Many Track Waves sering digunakan oleh peselancar pemula dengan ketinggian ombak 3 – 4 meter. Lalu, Speedis Waves ketinggian ombak mencapai 5 – 6 meter untuk peselancar tingkat sedang. Sementara Kong Waves, biasanya digunakan untuk peselancar tingkat professional, memiliki ketinggian ombak mencapai 6 – 8 meter.

Harmonisasi Warna

Bukan itu saja, Pantai G-Land Banyuwangi memiliki harmonisasi warna yang indah dan mempesona.

Instagram/gypset_travels_official

Terdapat pasir pantai putih yang halus, hamparan laut biru yang luas, bebatuan karang dengan konfigurasi unik, serta pepohonan hijau, sehingga Perpaduan itu menjadikan G-Land pemandangan alam yang eksotis.

Bagi Pengunjung yang tidak bisa berselancar juga bisa melakukan berbagai aktivitas di laut seperti diving dan snorkeling.

Kegiatan menarik lainnya yang bisa dilakukan oleh pengunjung ialah tracking menggunakan sepeda ataupun berjalan kaki menyusuri pantai sambil menikmati pemandangan alam yang indah. Bahkan pengunjung juga bisa mengelilingi Taman Nasional Alas Purwo yang dikelilingi pepohonan yang menjulang tinggi.

Di samping itu pantai G-Land juga memiliki banyak tempat (spot) foto yang bisa dijadikan sebagai objek yang menarik, dan pengunjung juga bisa melihat satwa liar yang ada di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo, seperti kera dan rusa yang berkeliaran secara bebas.

Instagram/ireginamaria

Sedangkan Bagi pengunjung yang ingin menginap di G-Land, terdapat beberapa pilihan penginapan yang bisa disewa sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan, diantaranya Bobby Surf Camp, Joyo’s Surf Camp, dan G-Land Jack’s Surf Camp.

Untuk menuju Pantai G-Land pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua, jarak tempuh kurang lebih 50 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi, dengan memakan waktu perjalanan sekitar 2,5 jam.

Selama perjalanan pengunjung juga akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang menawan, seperti langit biru yang begitu cerah, sinar mentari yang menghangatkan, hamparan sawah hijau, serta gunung yang menjulang tinggi membuat siapapun yang melihat merasakan kesegarannya alam yang murni.

BACA JUGA: Terinspirasi Restoran Rumah Kaca Belanda, Banyuwangi Bikin Bilik Kuliner Steril

Setelah memasuki Kawasan Taman Nasional Alas Purwo, pengunjung menyusuri hutan dengan pohon-pohon tinggi yang masih sangat asri, disambut kawanan kera juga berkeliaran di jalanan dan pepohonan, selain itu ada juga rusa yang berada di sekitar pantai. Meski tidak langsung kabur, namun kera dan rusa tetap menjaga jarak dengan manusia.

Mengingat hal tersebut, Banyuwangi merupakan salah satu kota yang sukses dalam mengembangkan dan mengemas berbagai event di bidang pariwisata. Namun, sejak pandemi COVID-19 membuat berbagai macam event seperti WSL Championship Tour harus ditunda sampai situasi COVID-19 mereda.(sir/lna)

Post Terkait

banner 468x60