Flying Fox Seru Masuk ke Dalam Mulut dan Badan Godzilla di Jepang

  • Whatsapp
dan
Museum Godzilla Pertama di Dunia (Soranews24)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEPANG – Film Godzilla yang begitu populer di dunia, membuat Jepang terinspirasi untuk membangun Museum Godzilla pertama di dunia bernama Godzilla Interception Operation Awaji.

Dilansir NusaDaily dari CNN Travel, Museum Godzilla resmi dibuka pada bulan Oktober 2020 di Nijigen no Mori, Pulau Awaji, lokasinya tepat di bagian barat daya Kobe dan Osaka.

Baca Juga

Bintang atraksi baru ini adalah sosok Godzilla berukuran raksasa “seperti aslinya”, dengan tinggi 20 meter, lebar 25 meter, dan panjang 55 meter yang berada di tengah-tengah taman.

BACA JUGA: Hore…Gunung Bromo dan Semeru Buka Lagi

Atraksi baru ini menjadi populer sejak dibuka pada Oktober 2020 dan berhasil menarik perhatian pengunjung.

Disana pengunjung bisa naik semacam flying fox untuk mengeksplorasi Godzilla beku dan masuk ke dalam mulut dan badannya, atau ke sekelilingnya untuk mengamati eksteriornya.

Sebagai bagian dari atraksi, pengunjung diundang untuk jadi anggota “National Awaji-Island Institute of Godzilla Disaster” dan menjinakkan makhluk yang ditakuti ini dengan menyelesaikan sejumlah “misi”.

Pertama-tama, pengunjung akan menonton film berdurasi tujuh menit yang memperlihatkan cerita di balik situs tersebut dan operasinya.

Misi-misi yang diberikan pengunjung ber flying fox masuk ke dalam mulut monster yang bergemuruh.

Pengunjung kemudian harus menyelesaikan permainan menembak dan menghancurkan sel yang mengapung di tubuh Godzilla beku untuk menghentikan mereka bereproduksi.

Jika terbang ke dalam perut Godzilla dianggap kurang menegangkan, ada zip line lainnya yang melewati patung Godzilla. Jalur zip line ini tingginya sekitar 15 meter dengan panjang 162 meter.

Terdapat tas khusus yang disediakan oleh pengelola Museum sehingga pengunjung bisa mengambil foto dan video selama melakukan atraksi tersebut sehingga tak perlu takut ponsel terjatuh.

Pengunjung juga bisa mengikuti dua aktivitas Augmenter Reality yang memungkinkan para pemain untuk menyelesaikan misteri serta mengumpulkan bukti di seluruh taman.

Pemain yang sudah menyelesaikan misi serta misteri, maka akan diberi ID card kertas Godzilla Institute.

Museum ini dibuat bekerja sama dengan Toho Visual Art Co., Ltd – tim yang berada di belakang efek spesial film-film Godzilla.

Museum ini memiliki sekitar 100 pameran dengan beberapa properti dan material berukuran besar. Termasuk satu yang berasal dari film Godzilla pertama tahun 1954.

Selain itu pengunjung bisa berbelanja di toko souvenir yang menjual merchandise limited-edition yang hanya ditemukan di Nijigen no Mori.

Untuk mengisi perut, tersedia juga restoran Mori No Terrace yang pastinya menawarkan berbagai menu spesial Godzilla.

BACA JUGA: Ngopi Santai di Gartenhaus Co-Working Space dengan Nuansa Flora dan Fauna

Tiket Masuk Museum Godzilla

Tiket masuk Museum Godzilla, pengunjung dewasa perlu merogoh kocek sebesar 1.000 yen atau Rp 140.000, sedangkan untuk anak-anak 800 yen atau Rp 111.000. Tiket anak-anak sudah termasuk tiket untuk mengikuti workshop seni di dalam museum.

Selama masa pandemi, Museum Godzilla menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan standard Jepang. Seperti pengecekan suhu tubuh, membatasi jumlah pengunjung, menjaga jarak dan menggunakan hand sanitizer, sedangkan para staff menggunakan face shield.(eky)