Senin, September 26, 2022
BerandaLifestyleTravelCerita Melegenda Dibalik 'Ikan Dewa' di Objek Wisata Cibulan Kuningan

Cerita Melegenda Dibalik ‘Ikan Dewa’ di Objek Wisata Cibulan Kuningan

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ikan Dewa! Itulah sebutan penghuni kolam objek wisata Cibulan di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kuningan. Ikan yang dikeramatkan warga sekitar ini menyimpan cerita yang sangat melegenda.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Ikan Segar di Kendari Mulai Ramai Namun Harga Masih Tinggi

Konon ikan purbakala yang berada di dua kolam besar berukuran sekitar 35×15 meter dan 45×15 meter itu, merupakan jelmaan pasukan Prabu Siliwangi yang dikutuk menjadi ikan.

BACA JUGA : KKP Membagikan Paket Ikan Segar di Mamuju

Dalam kisahnya yang sudah melekat secara turun-temurun, ikan tersebut dikutuk menjadi ikan lantaran tidak setia kepada Prabu Siliwangi atau yang juga dikenal sosok pemimpin Kerajaan Pajajaran.

BACA JUGA : Sup Kepala Ikan Manyung, Segar, Gurih Penambah Stamina

“Konon ikan ini adalah prajurit Prabu Siliwangi yang dikutuk karena tidak setia sama Prabu Siliwangi, kalau dari ceritanya seperti itu,” kata Salah satu pengelola objek wisata Cibulan, Maman Suherman (50), dilansir dari detik.com

Ikan yang dikenal jenis kancra bodas (putih) yang memiliki warna hitam ini memiliki beberapa keunikan, salah satunya adalah populasi di dalam kolam tersebut. Menurut Maman, populasi ikan dewa tidak pernah kurang dan memenuhi kolam.

BACA JUGA : Polisi Kepung Kedaiaman Nikita Mirzani, Kenapa Ya ?

“Ikan ini selalu berkembang biak, cuma dari dulu kolam ini tidak pernah penuh dan kurang sama ikan. Kalau secara logika kan, semisal berkembang biak mungkin kolam ini penuh. Padahal di konsumsi juga enggak dan yang mati juga tidak setiap Minggu,” ujar dia menerangkan.

Keunikan lainnya, jika ikan ini mati jasadnya tidak terapung ke atas kolam. Akan tetapi ikan tersebut tetap berada di dasar kolam. Namun, semisal mati ikan tersebut sama seperti ikan pada umumnya, akan mengeluarkan bau amis. (ros)

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

Simak! Ini Rekomendasi Menu Makanan Sehari-hari untuk Penderita Kolesterol

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Penderita kolesterol sudah seharusnya selektif dalam memilih makanan. Tak hanya harus rendah lemak, makanan tersebut tetap perlu kaya nutrisi. Ada banyak pilihan menu makanan...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Ikan Dewa! Itulah sebutan penghuni kolam objek wisata Cibulan di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kuningan. Ikan yang dikeramatkan warga sekitar ini menyimpan cerita yang sangat melegenda.

BACA JUGA : Ikan Segar di Kendari Mulai Ramai Namun Harga Masih Tinggi

Konon ikan purbakala yang berada di dua kolam besar berukuran sekitar 35x15 meter dan 45x15 meter itu, merupakan jelmaan pasukan Prabu Siliwangi yang dikutuk menjadi ikan.

BACA JUGA : KKP Membagikan Paket Ikan Segar di Mamuju

Dalam kisahnya yang sudah melekat secara turun-temurun, ikan tersebut dikutuk menjadi ikan lantaran tidak setia kepada Prabu Siliwangi atau yang juga dikenal sosok pemimpin Kerajaan Pajajaran.

BACA JUGA : Sup Kepala Ikan Manyung, Segar, Gurih Penambah Stamina

"Konon ikan ini adalah prajurit Prabu Siliwangi yang dikutuk karena tidak setia sama Prabu Siliwangi, kalau dari ceritanya seperti itu," kata Salah satu pengelola objek wisata Cibulan, Maman Suherman (50), dilansir dari detik.com

Ikan yang dikenal jenis kancra bodas (putih) yang memiliki warna hitam ini memiliki beberapa keunikan, salah satunya adalah populasi di dalam kolam tersebut. Menurut Maman, populasi ikan dewa tidak pernah kurang dan memenuhi kolam.

BACA JUGA : Polisi Kepung Kedaiaman Nikita Mirzani, Kenapa Ya ?

"Ikan ini selalu berkembang biak, cuma dari dulu kolam ini tidak pernah penuh dan kurang sama ikan. Kalau secara logika kan, semisal berkembang biak mungkin kolam ini penuh. Padahal di konsumsi juga enggak dan yang mati juga tidak setiap Minggu," ujar dia menerangkan.

Keunikan lainnya, jika ikan ini mati jasadnya tidak terapung ke atas kolam. Akan tetapi ikan tersebut tetap berada di dasar kolam. Namun, semisal mati ikan tersebut sama seperti ikan pada umumnya, akan mengeluarkan bau amis. (ros)