Anggrek Indonesia Pukau Ribuan Pengunjung Kew Garden London

  • Whatsapp
anggrek
Berbagai jenis bunga anggrek Indonesia dikagumi pengunjung berbagai bangsa yang berkunjung Kew Garden di Inggris. (Zeynita Gibbons)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-LONDON – Warga Inggris dan turis mancanegara yang berkunjung ke Royal Botanic Garden atau Kew Garden, kagum dengan berbagai jenis anggrek asal Indonesia.

Para warga negara asing itu pun rela antre untuk masuk ke dalam Princess of Wales Conservatory yang ada di dalam taman seluas 132 hektar.

"
"

Baca Juga

"
"

Ada Festival Anggrek Indonesia di kebun raya itu. Festival anggrek ini pertama kalinya. Lokasinya di sebelah barat kota London. Jadwal festival selama satu bulan, dari 8 Februari hingga 8 Maret 2020 mendatang.

“It’s beautiful, indah sekali bunga anggreknya, itu ada yang berwarna biru,” ujar seorang pengunjung saat menyaksikan bunga anggrek berwarna biru asal Indonesia, kepada Antara London, Sabtu 8 Februari 2020.

Berbagai jenis bunga anggrek Indonesia dikagumi di Kew Garden. Ini menjadi salah satu obyek wisata yang menarik. Bukan hanya oleh warga Inggris dan wisatawan internasional, juga diaspora Indonesia di Inggris.

“Saya sangat kagum dengan keindahan berbagai jenis anggrek Indonesia,” ujar Euis Walter, isteri Clive Walter, mantan wali kota Castle Point Borough Council, Essex yang berkunjung di hari pertama Festival Anggrek Indonesia. Ia datang bersama rekannya Utami Fieldsand dari Colchester.

Euis kagum dengan keindahan anggrek Indonesia walaupun sedikit merasa kecewa karena ia tidak menemukan anggrek hitam dari Papua dan Kalimantan.

Sementara itu warga Indonesia yang menetap di Kota London, Chichi Gani terkesan bangga dengan segala macam anggrek Indonesia yang terkenal dengan tumbuh-tumbuhan dan tanaman yang indah.

“Semoga pengunjung di Inggris Raya terinspirasi dan termotivasi menanam dan mengembangkan anggrek Indonesia di mana tanaman anggrek cukup mahal di toko-toko bunga di Inggris Raya.

Chichi Gani pun berharap Pemerintah Indonesia dapat mendukung pengembangan tanaman anggrek di tanah air. Karena nilai dari tanaman sangat tinggi dan digemari kaum wanita di Inggris Raya.

“Saya bangga sebagai bangsa Indonesia yang kaya akan hasil buminya,” ujar ibu sepasang putra putri yang besar di London.

Kew Garden berhasil menarik lebih dari 2,3 juta kunjungan setiap tahun. Di Kew Garden, ibu Negara Ani Yudhoyono (almarhum) menanam pohon sebagai persahabatan saat mengikuti kunjungan kenegaraan Presiden SBY ke London Inggris tahun 2012.

Manajer Konservatori Kew Garden, Scott Taylor, mengatakan Indonesia memiliki beragam budaya dan masyarakat di ribuan pulau. Itu menjadikannya tema unik untuk Festival Anggrek tahun ini.

UNESCO menetapkan Kew Gardens adalah Situs Warisan Dunia UNESCO pada Juli 2003. Kew Garden merayakan ulang tahun ke-260 pada 2019. Kew Gardens terinspirasi Festival Anggrek bertema Indonesia ini karena keanekaragaman hayati dan tumbuhan yang dimiliki Indonesia. Keanekaragaman itu terdapat di lebih dari 17.504 pulau, termasuk Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Bali. Indonesia.

Lanskap Indonesia dengan beragam flora dan fauna, dari hutan hujan tropis hingga gunung berapi yang spektakuler, sangat terasa ketika memasuki Princess of Wales Conservatory. Pengunjung pun menikmati pemandangan dan alunan musik Indonesia.

Festival Anggrek di Kew Gardens dikemas menjadi perjalanan melalui berbagai zona rumah kaca. Pengunjung akan menemukan pajangan anggrek yang sangat indah dan aspek satwa liar plus budaya Indonesia, termasuk hiasan replika binatang Komodo.

Saat menjelajahi festival, pengunjung menjumpai hewan-hewan tiruan yang dihiasi dengan ratusan bunga tropis. Ada orangutan oranye, harimau dan badak serta komodo dengan hiasan payung Bali disertai alunan musik gamelan.

Selain itu di Restauran dan cafe yang ada di Royal Botanical Garden juga mempromosikan kuliner Indonesia dengan supervisi penulis dan koki terkenal Petty Elliott. Ia melakukan demo memasak, memperkenalkan makanan dan budaya warisan budaya Indonesia kepada pengunjung.

Selain menampilkan berbagai jenis anggrek selama festival anggrek tahunan yang ke-25 di Royal Botanic Gardens, selama sebulan digelar kesenian dan budaya Indonesia. Misalnya pertunjukan gamelan Jawa, musik tarawangsa (alat musik kecapi Sunda) degung, wayang serta gamelan Bali.

Petugas yang ada di depan pintu masuk gedung Princess of Wales Conservatory mengatakan kapasitas gedung sekitar 700 orang. Diperkirakan pengunjung pada hari pertama yang menyaksikan Festival Anggrek Indonesia mencapai ribuan orang. Jumlah itu terbagi dalam beberapa jadwal kunjungan. (yos)

Post Terkait

banner 468x60