Tim Panji Petualang Akan Evakuasi King Cobra yang Tewaskan Tuannya

King Kobra yang menewaskan tuannya, Imam Rokhani (49) saat ini masih diamankan di kantor Satpol PP dan Kebakaran Trenggalek. Hari ini, King Kobra tersebut akan dievakuasi Tim Panji Petualang.

NUSADAILY.COM – TRENGGALEK - King Kobra yang menewaskan tuannya, Imam Rokhani (49) saat ini masih diamankan di kantor Satpol PP dan Kebakaran Trenggalek. Hari ini, King Kobra tersebut akan dievakuasi Tim Panji Petualang.

King Kobra tersebut memang terlihat agresif. Pantauan detikJatim, saat sejumlah orang mendekat, King Kobra tersebut langsung bereaksi. Kepalanya langsung mengembang, menyerupai sendok. Warna kulit ular tersebut hitam kombinasi putih keemasan di dekat kepala.

BACA JUGA: Tragis! Pawang Ular di Trenggalek Tewas Dipatuk King Cobra yang Dipelihara 5 Tahun

Terdapat dua ekor King Kobra yang diamankan, yakni berukuran 2,5 meter dan 4,5 meter. Ular 4,5 meter yang mematuk Imam Rokhani diamankan dalam kotak kaca berukuran 1,5x1 meter. Sedangkan ular satunya disimpan dalam kotak kayu 85x50 centimeter.


Melansir detikJatim, rencananya, hari ini ular tersebut akan dievakuasi tim Panji Petualang dan BKSDA Kediri.

Sebelumnya diketahui, ular itu merupakan peliharaan Imam selama 5 tahun. Meski sudah dipelihara selama itu, nyatanya King Kobra tersebut tak bisa dijinakkan. King Kobra yang agresif akhirnya mematuk sang tuan hingga tewas, Minggu (23/10).

Kejadian nahas itu berawal saat Imam hendak memberi makan ular peliharaannya. Imam sendiri punya 2 ular. Satu sepanjang 4,5 meter, seekor ular lainnya punya panjang 2,5 meter.

Belum sampai diberi minum, king kobra sepanjang 4,5 meter itu tiba-tiba menyerang Imam. Tangan sang pawang pun dipatuk. Sesaat setelah dipatuk, Imam sempat berusaha mencari pertolongan. Dia lantas menelepon adiknya agar segera datang ke rumahnya.

BACA JUGA: Wanita di Jambi Dimakan Ular Piton Hingga Tewas, Begini Kronologinya


"Setelah itu, korban menghubungi adiknya dan minta bantuan untuk dibawa ke rumah sakit," jelas Kasatpol PPK Trenggalek Stefanus Triadi Atmono.

Triadi mengungkapkan, Imam langsung dilarikan ke RSUD dr Soedomo Trenggalek setelah menelepon adiknya. Dalam perjalanan ke rumah sakit, Imam sudah tak sadarkan diri.(eky)