Ternyata! Ledakan Bom Atom di Jepang Kalah dengan 2 Ledakan yang Berasal dari Indonesia

Bom tersebut meledak dengan kekuatan 50 hingga 60 megaton TNT, membuatnya menjadi ledakan nuklir terbesar sepanjang sejarah. Bom ini memiliki kekuatan 3300 kali dari bom Little Boy yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang. "Bola apinya, jauh lebih lebar daripada area kerusakan yang terjadi di Hiroshima," kata George William Herbert, profesor di the James Martin Center for Nonproliferation Studies.

Ternyata! Ledakan Bom Atom di Jepang Kalah dengan 2 Ledakan yang Berasal dari Indonesia

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Dua ledakan besar yang meluluhlantakkan dunia, berasal dari Indonesia. Ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang ternyata bukan yang terbesar dalam sejarah.

Jatuhnya asteroid hingga pengembangan senjata nuklir, beberapa ledakan besar telah muncul di Bumi.

Tapi ledakan terbesar di Bumi bervariasi menurut skala yang dipertimbangkan, dari yang diciptakan manusia hingga ledakan dari batuan luar angkasa raksasa. 

Ledakan terbesar yang disebabkan manusia dalam catatan sejarah pernah terjadi akibat senjata super Soviet yang disebut Tsar Bomba. Senjata termo nuklir itu dijatuhkan Uni Soviet pada 1961 di daerah terpencil di kepulauan Novaya Zemlya.

Bom tersebut meledak dengan kekuatan 50 hingga 60 megaton TNT, membuatnya menjadi ledakan nuklir terbesar sepanjang sejarah. Bom ini memiliki kekuatan 3300 kali dari bom Little Boy yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang. "Bola apinya, jauh lebih lebar daripada area kerusakan yang terjadi di Hiroshima," kata George William Herbert, profesor di the James Martin Center for Nonproliferation Studies.

Sedangkan, melansir Live Science, ledakan terbesar yang berasal dari permukaan Bumi terjadi ketika gunung berapi purba di Toba --yang kini menjadi danau Toba-- meledak 70 ribu tahun yang lalu. Setelah itu disusul ledakan Gunung Tambora yang terjadi pada 1815.

Ledakan gunung Toba berada pada angka 9 pada indeks ledakan gunung berapi (VEI). Menurut ahli vulkanologi Universitas Negeri Oregon, Shanaka de Silva, ledakan gunung Toba setara dengan ratusan ribu hingga jutaan megaton TNT. 

Erupsi gunung Toba pun diduga menyebabkan level pendinginan global yang ekstrem sehingga berdampak kepada musim panen. Saking besarnya, kekuatan seismik ledakan gunung Toba menyebabkan erupsi lain berkekuatan 9 VEI di daerah yang kini menjadi Guatemala.

Melansir Science Daily, ledakan gunung Toba 5000 kali lebih besar daripada erupsi gunung St Helen pada 1980. Bahkan, ledakan gunung Toba menyebabkan Bumi memiliki permukaan yang dingin selama 1000 tahun.

Beberapa teori juga menyebut ledakan ini menyebabkan beberapa populasi mamalia di Asia nyaris punah. Beberapa Homo Sapiens di Afrika diduga bisa bertahan lantaran telah mengembangkan strategi sosial, simbolis, dan ekonomi yang membuat mereka pada akhirnay berekspansi dan menduduki Asia 60 ribu tahun lalu dalam satu gelombang migrasi besar sepanjang garis pantai Samudera Hindia.

Bagaimana dengan ledakan Gunung Tambora? Ledakan ini menurut skala VEI berada di angka 7. Gunung Tambora meledak pada 1815, melontarkan puncaknya hingga ketinggian 4 ribu meter.

Diukur berdasarkan energi termal, kekuatan ledakan Gunung Tambora setara dengan 800 megaton TNT (14 kali lebih kuat daripada Tsar Bomba). Suara ledakannya pun terdengar hingga pulau Sumatra yang berjarak 2600 km. 

Sementara itu, material yang dilontarkannya melesat ke atmosfer dan memblok sinar Matahari. Hal tersebut menyebabkan pendinginan global dan membuat 'Tahun Tanpa Musim Panas' pada 1816. 

Di waktu itu, salju jatuh di musim panas di daerah New England dan hujan turun di seluruh Eropa. Erupsi Gunung Tambora pun diduga menjadi biang keladi musim dingin yang lebih dingin dan musim panas yang dingin di Eropa serta kelaparan di seluruh dunia.(han)