Ternyata Ini Kekuatan Hizbullah hingga Berani Tantang Israel

Direktur senior strategi dan inovasi di New Lines Institute, Nicholas Heras, mengatakan perang antara Hizbullah dan Israel, apabila benar terwujud, akan melibatkan Iran selaku penyokong dan pelindung Hizbullah.

Jun 22, 2024 - 12:13
Ternyata Ini Kekuatan Hizbullah hingga Berani Tantang Israel

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, menegaskan negaranya akan segera mengambil keputusan untuk perang habis-habisan dengan Hizbullah, setelah lebih dari delapan bulan perbatasan kedua negara menegang.

Ia juga menyatakan militer Israel telah menyetujui "rencana operasi serangan ofensif di Lebanon."

Menanggapi hal itu, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengancam akan menyerang Siprus jika Israel benar-benar menyerang pihaknya.

Nasrallah menuding Siprus telah membantu Israel dengan mengizinkan Negeri Zionis menggunakan bandara dan pangkalannya untuk latihan militer.

Dia juga menegaskan Hizbullah tak takut untuk berperang dengan Israel. Dia berujar Hizbullah akan berperang "tanpa aturan" dan "tanpa batasan" jika itu terjadi.

Konflik Hizbullah-Israel ini sebetulnya terjadi bersamaan dengan agresi Israel di Jalur Gaza, Palestina, pada 8 Oktober lalu. Hizbullah mengklaim serangannya terhadap Israel sebagai bentuk solidaritas dengan milisi Hamas.

Kendati demikian, ketegangan ini semakin membara setelah salah satu komandan Hizbullah, Taleb Abdallah, tewas imbas serangan Israel di Kota Joya, Lebanon selatan, 11 Juni lalu.

Kematian Abdallah memantik amarah kelompok itu karena ia merupakan "orang paling penting di Hizbullah yang tewas dibunuh sejak dimulainya perang" antara Israel dan Hamas.

Jika benar berperang, seberapa besar kekuatan Hizbullah untuk melawan Israel?

Direktur senior strategi dan inovasi di New Lines Institute, Nicholas Heras, mengatakan perang antara Hizbullah dan Israel, apabila benar terwujud, akan melibatkan Iran selaku penyokong dan pelindung Hizbullah.

Heras percaya bahwa Iran akan mempersenjatai Hizbullah "secara menyeluruh" dengan berbagai peralatan tempur mereka baik di darat, laut, dan udara.

"Hizbullah memiliki kemampuan untuk menemukan, memperbaiki, dan menyelesaikan drone Israel dari semua jenis, dengan beberapa kemampuan anti-udara yang diperlukan untuk mengancam pesawat Israel yang mungkin menerbangkan kendaraan jarak dekat untuk membantu pasukan darat IDF," kata Heras.

Dia juga menyoroti penggunaan rudal anti-tank Hizbullah yang dikerahkan beberapa bulan terakhir ini untuk melakukan serangan presisi.

Menurutnya, kemampuan itu "kemungkinan merupakan keterampilan baru yang paling berbahaya yang pernah disajikan Hizbullah" lantaran dapat memungkinkan mereka untuk secara langsung mengancam pasukan darat Israel jika militer memutuskan meluncurkan serangan darat lintas batas ke Lebanon selatan.(han)