Terdakwa Kasus Pembunuhan di Gotland Swedia Didakwa dengan 'Terorisme'

- Jaksa Swedia telah mengajukan tuntutan terhadap seorang pria setelah pembunuhan seorang psikiater dan pembunuhan berencana seorang politisi. Menurut laporan media, pria berusia 32 tahun itu memiliki kontak di sayap kanan.

Terdakwa Kasus Pembunuhan di Gotland Swedia Didakwa dengan 'Terorisme'
ilustrasi

NUSADAILY.COM – GOTLAND - Jaksa Swedia telah mengajukan tuntutan terhadap seorang pria setelah pembunuhan seorang psikiater dan pembunuhan berencana seorang politisi. Menurut laporan media, pemain berusia 32 tahun itu memiliki kontak di sayap kanan.

Karena serangan pisau yang fatal terhadap seorang psikiater terkenal dan serangan yang direncanakan terhadap seorang politisi top, otoritas kehakiman di Swedia telah mendakwa tersangka pelaku dengan "terorisme" dan "persiapan kejahatan teroris". Demikian dilansir media Swedia.

BACA JUGA : Lima Orang Menjadi Korban Pembunuhan Misterius di California

Melansir Spiegel.de, menurut kantor kejaksaan, pembunuhan itu bertujuan "untuk menanamkan ketakutan besar pada penduduk atau sebagian penduduk". Sidang dijadwalkan akan dimulai pada 8 November dan berlangsung sekitar dua minggu.

Theodor E. 33 tahun dikatakan telah menikam koordinator nasional Swedia untuk perawatan psikiatri, Ing-Marie Wieselgren, di Visby di pulau Laut Baltik Gotland pada awal Juli.

Setelah penangkapannya, polisi juga menemukan bukti bahwa Theodor rupanya juga ingin membunuh pemimpin Partai Tengah, Annie Lööf. Mereka juga berada di Visby pada saat itu karena pertemuan tahunan para politisi Swedia selama seminggu.

BACA JUGA : Miris! 14 Orang Terluka dalam Penembakan Saat Pesta Halloween...

Membeli Beberapa Senjata Sesaat Sebelum Kejahatan

Menurut pengadilan, Theodor telah memperoleh pisau bermata dua, dua pedang dan satu set busur dan anak panah dalam minggu-minggu menjelang serangan.

Menurut dakwaan, dia juga memiliki informasi rinci tentang keberadaan Wieselgren dan Lööf selama pekan politisi tradisional Gotland. Oleh karena itu, kantor kejaksaan umum mengamankan buku catatan, pencarian di Internet, dan hard drive terenkripsi sebagai bukti.

Terdakwa tampaknya telah menderita masalah psikologis selama beberapa waktu. Menurut laporan media, dia dulu aktif dalam gerakan neo-Nazi. Lööf, penentang keras Partai Demokrat Swedia yang anti-imigrasi, yang telah lama menjadi sasaran kelompok sayap kanan.(jrm3/lal)