India Blokir Tiktok dan 58 Aplikasi Seluler Milik China

  • Whatsapp
tik tok china
Ilustrasi aplikasi TikTok (ANTARA/Arindra Meodia)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-JAKARTA – India memblokir 59 aplikasi yang sebagian besar merupakan aplikasi seluler asal China. Termasuk memblokir TikTok milik Bytedance dan WeChat milik Tencent.

Upaya India itu sebagai langkah tegas memboikot China dari ruang online sejak sengketa perbatasan meletus antara kedua negara bulan ini.

Baca Juga

Kementerian Teknologi India, mengeluarkan perintah itu Senin 29 Juni 2020 dikutip nusadaily.com dari Kantor Berita Antara. Kementerian menyatakan aplikasi itu “merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban umum.”

Mengikuti kebijakan itu, Google dan Apple harus menghapus aplikasi-aplikasi tersebut dari toko Android dan iOS.

Langkah itu dilakukan setelah bentrokan perbatasan antara kedua negara di daerah Himalaya awal bulan ini yang mengakibatkan kematian 20 tentara India.

Larangan itu diharapkan menjadi batu sandungan besar bagi perusahaan-perusahaan China. Seperti Bytedance di India, yang merupakan salah satu pasar layanan web terbesar di dunia.

Bytedance yang berkantor pusat di Beijing memiliki rencana untuk menginvestasikan 1 miliar dolar AS di India. Lalu membuka pusat data lokal, dan baru-baru ini meningkatkan jumlah perekrutan di negara tersebut.

India adalah pendorong terbesar instalasi aplikasi TikTok. Terhitung 611 juta unduhan atau 30,3 persen dari total jumlah unduhan, kata perusahaan analisis aplikasi Sensor Tower pada bulan April.

Aplikasi lainnya yang juga telah diblokir adalah WeChat milik Tencent. Di India telah diunduh lebih dari 100 juta kali di Android, UC Browser milik Alibaba dan dua aplikasi Xiaomi.

Google mengatakan masih menunggu perintah pemerintah India. Sementara Apple tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters, begitu pula dengan Bytedance.

“Ini adalah langkah tercepat dan paling kuat yang bisa diambil pemerintah untuk memberikan tekanan ekonomi pada perusahaan-perusahaan China,” kata Santosh Pai. Ia berasal dari firma hukum India Link Legal, yang menjadi konsultan beberapa perusahaan China.

Sentimen Anti China Makin Membara

Sentimen anti-China telah lama membara di India karena tuduhan impor murah membanjiri negara itu. Namun bentrokan di perbatasan telah membawa ketegangan memuncak dengan seruan untuk memboikot produk-produk China.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bea cukai India di pelabuhan sejak pekan lalu menahan peti kemas yang datang dari China, termasuk produk Apple, Cisco dan Dell. (yos)

Post Terkait

banner 468x60