Team Emergency Diaster UB Malang Salurkan Donasi Gempa Cianjur

Ada 20 orang yang terlibat dalam tim ini. Mereka berasal dari Lembaga Kesehatan Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Kesehatan , dan tim psikososial dari Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.

Team Emergency Diaster UB Malang Salurkan Donasi  Gempa Cianjur
TED-UB Salurkan Donasi Gempa Cianjur

NUSADAILY.COM – MALANG -  Team Emergency Disaster Universitas Brawijaya (TED-UB) resmi diberangkatkan untuk membantu korban gempa di Cianjur.

Ada 20 orang yang terlibat dalam tim ini. Mereka berasal dari Lembaga Kesehatan Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Kesehatan , dan tim psikososial dari Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.

TED-UB akan bertugas selama tujuh hari di lapangan. Dimulai pada 29 November hingga 6 Desember 2022.

BACA JUGA : Mobil Pelat Merah Tertabrak Kereta BBM di Malang

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Dr. dr. Wisnu Barlianto, MSi Med, SpA(K) ketika memberangkatkan tim dia berharap agar mereka bisa menjalankan tugas kemanusiaan tersebut dengan baik, selamat, sehat, dan dapat memberikan pelayanan yang komprehensif.

“Tim sebelumnya sudah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan sudah memperoleh informasi apa saja yang saat ini dibutuhkan, sehingga diharapkan bantuan bisa tepat sasaran,” ujar dr Wisnu Barlianto.

Koordinator Lapangan, dr. Nursamsu menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan lebih ditujukan pada komunitas, karena sisi emergensi sudah bisa teratasi.

“Jadi kami akan terjun langsung ke masyarakat, utamanya terkait masalah kesehatan masyarakat, kebutuhan air bersih, dan penyaluran bantuan ke tangan yang tepat,” katanya.

BACA JUGA : Ada ‘Keranda’ di Blokade Jalan Oleh Aremania Tuntut Usut...

Ada sejumlah sumber daya yang dibawa. Antara lain, jelas Nursamsu, 2 mobil logistik, 1 ambulans, 3 motor trail, dan mobil tangki untuk pemenuhan kebutuhan air bersih dari para pengungsi.

Senada dengan hal itu, Ketua TED UB dr Aurick Yudha Nagara, Sp EM, KPEC menambahkan, sarana prasarana itu dibutuhkan agar bantuan bisa terdistribusi secara baik dan sesuai sasaran.

“Cianjur adalah kawasan pegunungan, terkadang hanya ada jalan setapak saja, dengan membawa mobil double cabin dan motor trail nanti bisa sangat berguna. Sehingga akses akan lebih mudah untuk melakukan pendistribusian bantuan sampai titik yang paling sulit dijangkau,” terangnya.

Sebagai informasi, bantuan yang akan disalurkan diantaranya KPRI senilai 25 Juta Rupiah dalam bentuk terpal, kid sanitary, dan ATK. Ada juga bantuan dari alumni FK-UB angkatan 1973-1974 senilai 10 Juta Rupiah, bantuan dari Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia senilai Rp 21.220.000, dan bantuan dari Komisariat Ikatan Alumni FK-UB sebanyak 10 Juta Rupiah.(ris)