Sttt... Ini Bocoran Pertemuan Jokowi dengan Anies Baswedan Kemarin Sore

Ia berkata, pertemuan dengan Anies sebenarnya sudah mau diselenggarakan sejak pekan lalu. Namun, menurutnya, pertemuan baru bisa dilangsungkan pada hari ini karena alasan waktu

Sttt... Ini Bocoran Pertemuan Jokowi dengan Anies Baswedan Kemarin Sore

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan isi pertemuannya dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Jumat (21/10).

Menurut Jokowi, Anies berpamitan karena sudah menyelesaikan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Oh ya, sore tadi. Pamit," kata Jokowi usai menghadiri acara puncak HUT ke-58 Partai Golkar di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat malam.

Ia berkata, pertemuan dengan Anies sebenarnya sudah mau diselenggarakan sejak pekan lalu. Namun, menurutnya, pertemuan baru bisa dilangsungkan pada hari ini karena alasan waktu.

"Pamit, karena sebetulnya minggu yang lalu aturan, saya mengatur waktunya enggak bisa, jadi baru tadi sorenya," ucap Jokowi.

Sebelumnya, Faldo mengonfirmasi soal pertemuan Anies dengan Jokowi pada sore ini.

Pesan Jokowi ke Golkar: Jangan Sembrono Deklarasikan Capres
"Betul," jawabnya.

Meski demikian, Faldo tak merinci lebih lanjut di mana lokasi dan pukul berapa pertemuan itu akan berlangsung.

Sebagai informasi, Anies telah mengakhiri jabatannya sebagai gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2022 lalu. Ia mengakhiri jabatannya sebagai gubernur selama satu periode alias 5 tahun.

Kini, Anies yang bukan kader partai politik apapun sejauh ini telah didukung oleh Partai NasDem sebagai calon presiden (Capres) untuk maju di Pilpres 2024.

Tradisi Baik

Sebelumnya, Elite Partai Demokrat Kamhar Lakumani memuji sikap mantan Gubernur DKI Anies Baswedan yang meminta izin pamit ke Presiden Jokowi seusai purnatugas. Kamhar menilai ini tradisi yang baik.

"Permintaan pertemuan Mas Anies dengan Pak Jokowi yang berlangsung pada sore hari kemarin kami hargai. Ini sebagai tradisi yang baik ketika purnatugas sebagai Gubernur DKI Jakarta," kata Kamhar kepada wartawan, Jumat (21/10/2022).

"Bersilaturahmi kepada Presiden Jokowi untuk melaporkan capaian dan program yang telah dikerjakan serta diselesaikan selama 5 tahun mengemban mandat rakyat ibu kota. Datang tampak muka, pulang tampak punggung. Apalagi Pak Jokowi juga mantan Gubernur DKI Jakarta," lanjut Kamhar.

Kamhar menilai apa yang dilakukan Anies merupakan bentuk etika politik yang baik. Dia mengatakan Anies menunjukkan sikap kenegarawanan.

"Apa yang dilakukan Mas Anies ini adalah manifestasi etika politik yang tinggi. Penghargaan dan penghormatan kepada presiden sebagai kepala institusi pemerintah tanpa memandang dan menjadikan afiliasi politik sebagai faktor pembatas. Ini mencerminkan sikap kenegarawanan," ucapnya.

Kamhar enggan mengaitkan pertemuan itu sebagai kode dukungan Jokowi ke Anies. Dia berharap Jokowi bersifat netral dan tidak berpihak ke kandidat capres.

"Kita berharap Pak Jokowi bersikap netral atau tak berpihak kepada kandidat tertentu pada kontestasi Pilpres 2024 mendatang," ujarnya

Kamhar mengatakan Jokowi harus menempatkan diri di atas semua kepentingan. Menurutnya, Jokowi harus memastikan Pemilu 2024 berjalan demokratis.

"Pak Jokowi mesti menempatkan diri di atas semua untuk memastikan Pemilu 2024 mendatang berjalan secara demokratis, jujur dan adil. Untuk ini, Pak Jokowi mesti meneladani Pak SBY pada 2014 yang lalu, tak berpihak pada pasangan calon tertentu dan memastikan pemilu berlangsung secara demokratis dan jurdil," ujarnya.

Sebelumnya, Elite NasDem Bestari Barus mengungkap pertemuan Anies dengan Jokowi sore ini. Anies disebut akan melaporkan terkait capaian kerjanya selama 5 tahun di DKI.

"Insyaallah (Anies bertemu Jokowi)," kata politikus Partai NasDem, Bestari Barus, kepada wartawan, Jumat (21/10).

Pertemuan itu, kata Bestari, merupakan silaturahmi Anies dan Jokowi. Namun belum diketahui di mana lokasi pertemuan Anies dan Jokowi sore ini.

"Silaturahmi, kan sudah selesai tugas sebagai gubernur. Sekaligus lah pastinya akan melaporkan pencapaian pembangunan selama menjabat," ujarnya.

"Soal tempatnya kemungkinan di Istana," imbuhnya.

Istana juga mengkonfirmasi adanya pertemuan itu. Pertemuan tersebut merupakan permintaan dari Anies untuk berpamitan setelah menyelesaikan jabatan Gubernur DKI Jakarta.

"Betul," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden Bey Triadi Machmudin, Senin (17/10).

Permintaan untuk bertemu dengan Jokowi itu disampaikan Anies melalui Mensesneg Pratikno. Pertemuan Jokowi dan Anies digelar sore nanti.

"Pak Anies meminta waktu Bapak Presiden melalui Pak Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) untuk berpamitan sebagai Gubernur DKI Jakarta," ujar Bey.(han)