Ratusan Atlet Ikuti Seleksi Masuk PPLP Sumut

  • Whatsapp
Sejumlah atlet pelajar mengikuti seleksi untuk masuk PPLP Sumut. (ANTARA/HO)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MEDAN – Sebanyak 300 atlet pelajar dari seluruh kabupaten dan kota di wilayah Sumatera Utara mengikuti seleksi masuk atlet binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) tahun Ajaran 2021 untuk 11 cabang olahraga.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Sumut Dahliana mengatakan seluruh peserta merupakan perwakilan kabupaten dan kota hasil rekomendasi Dispora daerah masing- masing.

Bacaan Lainnya

Tahun ini, PPLP Sumut kembali membuka 73 kuota atlet untuk 11 cabang olahraga. Para peserta yang lolos seleksi kemudian akan menjadi atlet binaan. 

BACA JUGA : Borneo FC Perkenalkan Para Pemain Barunya

“Kita menganggarkan tahun 2021 ada penambahan jumlah kuota menerima 73 atlet untuk 11 cabang olahraga. Sedangkan atlet PPLP Sumut yang tamat tahun ini ada 31 orang. Di tahun 2022 ada 50 orang, dan sampai 2023 ada 250 orang dari kekuatan asrama. Program kerja kita ini untuk persiapan PON 2024,” kata Dahliana di Medan, Kamis.

Penambahan Kuota Atlet Binaan Untuk Persiapan Jangka Panjang

Menurut dia, penambahan kuota atlet binaan itu merupakan persiapan Sumut untuk jangka panjang, yakni menuju Popnas 2022 di Palembang dan PON 2024 Sumut-Aceh. Para atlet binaan PPLP selama ini juga menjadi kekuatan utama tim Sumut dalam berbagai kejuaraan nasional.

“Seleksi ini adalah program jangka panjang. Di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini, di daerah banyak event yang tidak terlaksana. Bahkan Pengprov cabor banyak menghadapi dilema dalam melakukan pembinaan atlet karena terkendala pandemi COVID-19,” ujar Dahliana.

Meski seleksi digelar secara terbuka, namun panitia menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan virus corona, mulai dari wajib tes swab antigen, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Selain itu, semua peserta atlet, pelatih dan seluruh panitia juga menyertakan bukti tes swab antigen. Tim pendamping tidak diijinkan masuk untuk mencegah kerumunan,” ungkap Dahliana.

BACA JUGA : NPC Indonesia Belum Ajukan Anggaran Untuk Paralimpiade Tokyo

Sebelum mengikuti seleksi, para peserta perwakilan dari kabupaten maupun kota sudah melakukan pendaftaran terlebih dahulu dan menyerahkan berkas ke panitia. 

Seluruh peserta juga wajib menyertakan surat hasil tes usap (swab) antigen bebas COVID-19 sebelum mengikuti seleksi. Selain itu, dalam seleksi kali ini panitia juga mewajibkan tes urine bagi seluruh peserta. Jika kedua syarat ini tidak terpenuhi, maka atlet dinyatakan tidak lolos dan tidak dapat mengikuti tahapan selanjutnya. (int1)