Senin, Desember 6, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaSportPembentukan Satgas Kasus WADA Oleh Menpora Dapat Dukungan APSSI

Pembentukan Satgas Kasus WADA Oleh Menpora Dapat Dukungan APSSI

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia atau lebih APSSI mendukung pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mempercepat dan menginvestigasi kasus sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) terhadap Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Langkah cepat Menpora harus kita apresiasi dan terdukung oleh semua pihak terkait, termasuk ‘stakeholder’ olahraga dan masyarakat Indonesia,” ujar Ketua APSSI Yeyen Tumena, dari laman PSSI di Jakarta, Kamis.

Baca Juga: ISORI Dukung Menpora Tuntaskan Persoalan Sanksi WADA

Yeyen pun berharap satgas yang dipimpin Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari itu dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Selain itu, dia pun meminta agar LADI dan Satgas mengerjakan tugas masing-masing dan tidak tumpang tindih yang dapat memperkeruh suasana.

Yeyen juga merasa yakin Satgas dapat membantu LADI berkomunikasi dengan WADA agar sanksi untuk Indonesia dapat dicabut.

“Sanksi larangan mengibarkan bendera Merah Putih sudah terjadi dan membuat dunia olahraga kita heboh. Namun, hal penting dan terutama yang harus kita lakukan saat ini adalah membantu memecahkan semua persoalan. Olahraga dan atlet Indonesia tak boleh menjadi korban. Perjuangan atlet dan pelatih dalam mengharumkan nama Indonesia jangan sampai menjadi korban karena sanksi yang mengganggu proses kebanggaan atas hasil yang mereka capai,” kata Yeyen.

Dukungan untuk Satgas juga datang dari Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori) Djoko Pekik Iriawanto.

“Saran saya, agar LADI segera berkomunikasi intensif dengan WADA. Kalau perlu datang langsung ke kantornya di Kanada agar kita tahu solusi apa yang harus kita lakukan,” tutur Djoko.

Baca Juga: Menpora Bentuk Tim Untuk Percepat Pencabutan Sanksi WADA Pada LADI

WADA menjatuhkan sanksi berupa larangan pengibaran bendera negara, dalam hal ini Merah Putih, kepada Indonesia yang tidak patuh dalam pemberian sampel doping.

Hukuman tersebut sudah terjadi di turnamen bulu tangkis beregu putra, Thomas Cup 2020. Indonesia yang menjuarai kompetisi itu terpaksa menghadiri seremoni kemenangan tanpa Merah Putih. Kala itu, bendera Merah Putih diganti dengan bendera PBSI. (nd6)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR