Senin, Oktober 18, 2021
BerandaSportPawai Obor Olimpiade Tokyo 2020 Dibayangi Radiasi Nuklir

Pawai Obor Olimpiade Tokyo 2020 Dibayangi Radiasi Nuklir

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-JAKARTA – Otoritas Prefektur Fukushima, Jepang, memastikan partisipan dan penonton pawai obor Olimpiade 2020 tak perlu khawatir dengan ancaman paparan radiasi nuklir, dari pembangkit listrik tenaga nuklir yang rusak karena tsunami 2011 di wilayah itu. Pengumuman itu dirilis Selasa 21 Januari 2020.

Pawai obor Olimpiade 2020 akan dimulai pada 26 Maret di J-Village, pusat latihan sepak bola di Fukushima. Lokasi ini menjadi garda terdepan dan basis bagi para pekerja yang mengatasi krisis nuklir 2011.

Dari 24.000 titik yang dimonitor sepanjang jalur pawai di Fukushima, di Desa Litate, terletak 240 km Timur Laut Tokyo, menunjukkan angka radiasi tertinggi yaitu 0,77 microsieverts per jam. Demikian data per Desember dari pemerintah setempat.

Bila empat jam berdiam diri di lokasi tersebut, maka paparan radiasinya akan menjadi 3,08 microsieverts atau 0,003 milisieverts. Angka itu masih jauh di bawah target dari pemerintah setempat untuk menjaga eksposur tahunan publik dampak bencana nuklir di bawah 1 milisieverts.

Sebagai perbandingan, penumpang pesawat terpapar radiasi 0,1 hingga 0,2 milisieverts dalam perjalanan dari Tokyo menuju New York.

“Ini tak akan menjadi masalah dalam menggelar pawai obor,” demikian pernyataan Prefektur Fukushima seperti dikutip Reuters.

Tingkat radiasi di Desa Litate adalah sekitar 20 kali lebih tinggi dari pusat kota Tokyo, yang tercatat sebesar 0,037 microsieverts per jam pada Selasa, demikian laporan Otoritas Regulasi Nuklir Jepang.

Untuk diketahui, gempa bumi dengan magnitudo 9 SR dan tsunami besar menghantam wilayah Timur Jepang pada 11 Maret 2011. Hal ini memicu bencana nuklir terburuk sepanjang masa sejak Chernobly pada 1986.

Otoritas setempat telah bekerja keras untuk membendung air yang terkontaminasi radiasi di sekitar pembangkit Fukushima. Pembangkit ini dioperasikan oleh Tokyo Electric Power. Air yang terkontaminasi radiasi ini sempat membuat khawatir negara-negara tetangga.

Sementara itu, para atlet dari Korea Selatan berencana untuk membawa detektor radiasi dan pasokan makanan sendiri pada musim panas nanti.

Sedangkan pawai obor akan digelar di Fukushima selama tiga hari hingga 28 Maret. Ada lebih dari 260 orang akan membawa obor dan api Olimpiade sebelum menjelajahi wilayah lainnya di Jepang menuju Olimpiade Tokyo yang akan dimulai pada 24 Juli nanti. (yos)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Meski Usia Baru Seumur Jagung, Kota Batu Bertabur Prestasi

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Kota Batu masih berusia relatif muda dibandingkan daerah-daerah lainnya di Jawa Timur. Tepat di hari ini, Minggu (17/10), kota...