Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaNewsOlimpiade Tokyo Dibayangi Ancaman Serangan Siber Rusia

Olimpiade Tokyo Dibayangi Ancaman Serangan Siber Rusia

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Panitia penyelenggara Olimpiade 2020 Tokyo. Mengatakan mereka terus waspada terhadap ancaman serangan siber yang dituduhkan Inggris kepada Rusia. Sebagai upaya mensabotase pesta olahraga empat tahunan itu.

Dilansir AFP, Selasa, Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan. Intelijen militer Rusia disebut tengah berusaha memata-matai penyelenggara, pengadaan logistik dan sponsor Olimpiade.

BACA JUGA : Menpora Sebut Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Pejabat Tokyo 2020 mengatakan mereka telah mengambil berbagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan adanya ancaman tersebut. Tetapi tidak menjelaskan secara rinci seperti apa jenis serangan karena alasan keamanan.

“Meskipun kami terus memantau berbagai jenis serangan di seluruh platform digital Tokyo 2020, berdasarkan temuan kami, tidak ada dampak yang signifikan,” demikian pernyataan komite penyelenggara Olimpiade Tokyo.

Tuduhan Inggris soal pengintaian muncul saat enam perwira intelijen militer Rusia didakwa di AS karena telah melakukan serangan dunia maya di jaringan listrik Ukraina, Pemilu Prancis 2017 dan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018.

Tindakan Berupa Spearphishing

Harian Inggris The Guardian menyebut dugaan “pengintaian” terhadap Tokyo 2020 itu termasuk tindakan spearphishing, sebuah pesan yang dibuat seolah-olah dilakukan oleh teman terpercaya atau koneksi bisnis, tetapi sebenarnya berisi malware.

Menteri Olimpiade Jepang Seiko Hasimoto menolak untuk menyampaikan laporan tersebut. Tetapi ia mengaku bahwa serangan siber memang meningkat sejak Olimpiade London.

Sementara itu, Departemen Kehakiman AS mengatakan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang di Korea selatan juga telah menjadi sasaran serangan tersebut. Tepatnya sejak atlet Rusia dilarang berpartisipasi atas nama negaranya sendiri sehubungan dengan adanya pelanggaran doping secara luas yang disponsori pemerintah.

“Selama upacara pembukaan, mereka meluncurkan serangan malware ‘Olympic Destroyer’ yang bisa menghapus data dari ribuan komputer pendukung Olimpiade, kondisi yang membuat panitia tak bisa bekerja,” kata AS.

BACA JUGA : Jadwal Liga Champions 2020-2021, Matchday Pertama Sajikan Duel Seru

Lee Hee-beom selaku mantan presiden dan CEO Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang menyatakan pihaknya hingga kini tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Ada peretasan pada hari pembukaan, tapi kami tidak tahu pasti sumbernya,” kata Lee.

“Sambungan internet terputus tepat setelah upacara. Dan kami harus mengerahkan para ahli untuk memulihkannya.” (int1)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Bali

Kabar Gembira, Kawasan Wisata GWK Cultural Park Buka Kembali

0
NUSADAILY.COM - BADUNG - Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, buka kembali untuk kunjungan bagi wisatawan setelah ditutup sejak bulan...