Kamis, September 29, 2022
BerandaSportKrisis Energi, Dunia Olahraga Jerman Kena Imbasnya

Krisis Energi, Dunia Olahraga Jerman Kena Imbasnya

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Tidak hanya rumah tangga, klub-kub sepak bola dan olahraga lain di Jerman juga harus beradaptasi dengan kenaikan harga listrik dan gas pemanas.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Melansir dari welt.de, perang agresi Rusia di Ukraina yang berlangsung sejak Februari, telah menyebabkan kenaikan harga yang tajam untuk listrik dan gas pemanas.

Sekitar 24.500 klub sepak bola yang berjalan di bawah asosiasi Deutschen Fußball-Bund (DFB) dan olahraga terorganisir di Jerman keseluruhan, juga terancam biaya tambahan yang tinggi untuk pelatihan dan operasional kompetisi.

BACA JUGA: FC Union Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan di Laga Tandang

Dalam siaran pers yang dikirim oleh DFB pada Selasa sore, menunjukan bahwa banyak klub sepak bola Jerman dalam keadaan kesulitan keuangan untuk beberapa bulan mendatang. Secara besar-besaran akan mengancam kemampuan mereka untuk bertahan hidup klub.

Selain itu, perlu dikhawatirkan soal penutupan fasilitas olahraga oleh pemerintah kota, seperti yang sudah dialami selama masa pandemi akan terulang kembali.

Olahraga Hoki Es

Krisis terebut tidak hanya dikhawatirkan dalam olahraga sepak bola, namun juga di hoki es.

Gernot Tripcke, direktur pelaksana Deutschen Eishocky Liga (DEL), memberi peringatan tentang penutupan gelanggang es di Jerman karena krisis energi. “ini adalah bahaya besar bagi anak-anak muda,” kata Tripcke.

Secara umum, Tripcke menganggap konsekuensi dari kenaikan tajam harga energi untuk olahraga profesional di Jerman adalah hal yang salah. “Hampir tidak ada negara lain di mana hal ini terjadi. Kita harus membalikkan keadaan, dan sebaliknya segera berbicara lebih banyak tentang betapa pentingnya olahraga di Jerman.” Kata ketua liga hoki es Jerman tersebut.

BACA JUGA: Naik Level, Duo Alexandri Sabet Perak di Ajang Renang Indah Roma

Musim liga hoki es di Deutschen Eishocky Liga akan dimulai pada 15 September. Semua klub yang terdaftar telah berlatih selama beberapa waktu terakhir. Karena kebanyakan klub DEL hanya menyewa gelanggang es, Tripcke tidak mengharapkan biaya tambahan dalam jangka pendek karena kenaikan tajam harga energi yang terjadi baru-baru ini. “masalah itu akan datang ke klub dalam jangka menengah,” kata Tripcke, misalnya saat hal perpanjangan kontrak untuk klub. (jrm1/lna)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Eks Bek MU Sarankan Harry Maguire Kunjungi Psikolog

NUSADAILY.COM - LONDON - Harry Maguire disarankan mengunjungi psikolog. Bek asal Inggris itu dinilai butuh bantuan untuk bisa bermain lebih baik. Maguire baru saja dikecam...

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Tidak hanya rumah tangga, klub-kub sepak bola dan olahraga lain di Jerman juga harus beradaptasi dengan kenaikan harga listrik dan gas pemanas.

Melansir dari welt.de, perang agresi Rusia di Ukraina yang berlangsung sejak Februari, telah menyebabkan kenaikan harga yang tajam untuk listrik dan gas pemanas.

Sekitar 24.500 klub sepak bola yang berjalan di bawah asosiasi Deutschen Fußball-Bund (DFB) dan olahraga terorganisir di Jerman keseluruhan, juga terancam biaya tambahan yang tinggi untuk pelatihan dan operasional kompetisi.

BACA JUGA: FC Union Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan di Laga Tandang

Dalam siaran pers yang dikirim oleh DFB pada Selasa sore, menunjukan bahwa banyak klub sepak bola Jerman dalam keadaan kesulitan keuangan untuk beberapa bulan mendatang. Secara besar-besaran akan mengancam kemampuan mereka untuk bertahan hidup klub.

Selain itu, perlu dikhawatirkan soal penutupan fasilitas olahraga oleh pemerintah kota, seperti yang sudah dialami selama masa pandemi akan terulang kembali.

Olahraga Hoki Es

Krisis terebut tidak hanya dikhawatirkan dalam olahraga sepak bola, namun juga di hoki es.

Gernot Tripcke, direktur pelaksana Deutschen Eishocky Liga (DEL), memberi peringatan tentang penutupan gelanggang es di Jerman karena krisis energi. “ini adalah bahaya besar bagi anak-anak muda,” kata Tripcke.

Secara umum, Tripcke menganggap konsekuensi dari kenaikan tajam harga energi untuk olahraga profesional di Jerman adalah hal yang salah. “Hampir tidak ada negara lain di mana hal ini terjadi. Kita harus membalikkan keadaan, dan sebaliknya segera berbicara lebih banyak tentang betapa pentingnya olahraga di Jerman.” Kata ketua liga hoki es Jerman tersebut.

BACA JUGA: Naik Level, Duo Alexandri Sabet Perak di Ajang Renang Indah Roma

Musim liga hoki es di Deutschen Eishocky Liga akan dimulai pada 15 September. Semua klub yang terdaftar telah berlatih selama beberapa waktu terakhir. Karena kebanyakan klub DEL hanya menyewa gelanggang es, Tripcke tidak mengharapkan biaya tambahan dalam jangka pendek karena kenaikan tajam harga energi yang terjadi baru-baru ini. “masalah itu akan datang ke klub dalam jangka menengah,” kata Tripcke, misalnya saat hal perpanjangan kontrak untuk klub. (jrm1/lna)