Juve, Barca dan Madrid Dipastikan Main di Liga Champions Musim Depan

  • Whatsapp
Trofi Liga Champions saat dipamerkan sebelum laga final antara Manchester City dan Chelsea dimulai di Estadio do Dragao, Porto, Portugal pada 30 Mei 2021. ANTARA REUTERS/PIERRE-PHILIPPE MARCOU

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Juventus, Barcelona dan Real Madrid dipastikan bakal berpartisipasi di Liga Champions musim depan meski mereka terlibat dalam proyek Liga Super Eropa (ESL).

Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengonfirmasi bahwa mereka telah mengirim surat semua peserta Liga Champions.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA : Kementerian PUPR Genjot Pembangunan Venue Dayung 100 Hari Jelang PON

Proses disipliner terhadap Juventus, Barcelona dan Real Madrid terkait keterlibatan mereka dalam Liga Super, yang diusulkan telah ditangguhkan oleh badan banding independen UEFA.

UEFA membuka penyelidikan terhadap ketiga klub tersebut, tetapi pekan lalu proses itu ditangguhkan proses setelah diberitahu oleh otoritas Swiss tentang perintah pengadilan dari pengadilan komersial di Madrid yang diperoleh oleh badan hukum European Super League Company SL.

“Surat penerimaan telah dikirim hari ini ke semua klub yang berpartisipasi dalam kompetisi klub UEFA musim depan,” kata UEFA kepada Reuters pada Rabu.

Surat tersebut selalu dikirim oleh UEFA sebelum musim liga-liga Eropa dimulai.

Juve, Barca dan Real adalah klub yang masih bertahan di ESL dari 12 klub pendiri. ESL diumumkan secara resmi pada April sebagai kompetisi pesaing dari Liga Champions milik UEFA.

Selain tiga klub tersebut, enam klub dari Liga Premier Inggris yaitu Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United dan Tottenham termasuk pendiri ESL. Namun, mereka sudah mundur dari proyek tersebut.

BACA JUGA : PSMS Terus Matangkan Persiapan Hadapi Liga 2

Sedangkan dua klub Italia AC Milan, Inter Milan dan satu klub Spanyol Atletico Madrid juga mengikuti jejak enam klub Inggris tersebut untuk memisahkan diri dari ESL.

Pendiri ESL dan ketua Juventus Andrea Agnelli mengatakan pada awal bulan ini bahwa kompetisi tersebut bukanlah sebuah aksi kudeta, tetapi cara untuk menyelamatkan industri sepak bola yang telah dilanda pandemi virus corona. (int1)

Pos terkait