Minggu, September 26, 2021
BerandaSportAtlet Tolak Peluru AS Lakukan Gerakan Protes di Podium Medali

Atlet Tolak Peluru AS Lakukan Gerakan Protes di Podium Medali

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Atlet tolak peluru putri AS Raven Saunders mengambil resiko terancam sanksi setelah ia melakukan sikap protes di podium medali Olimpiade Tokyo 2020, Minggu.

BACA JUGA: KONI Papua Sebut Vaksinasi Atlet Tahap Pertama Telah Selesai dilakukan

Aksi protes di podium yang dilakukan Saunders merupakan yang pertama kalinya terjadi di Olimpiade Tokyo.

Atlet Afrika-Amerika berusia 25 tahun itu menyilangkan tangannya dalam bentuk “X” selama upacara penyerahan medali pada Minggu waktu setempat di Stadion Olimpiade setelah meraih perak.

Media AS, seperti dikutip AFP, melaporkan bahwa Saunders, yang berkulit hitam dan pendukung hak-hak LGBT. Mengatakan sikapnya dibuat sebagai solidaritas pada “orang-orang tertindas”.

Setelah meraih medali perak pada Minggu, Saunders mengatakan dia ingin mewakili “orang-orang di seluruh dunia yang sedang berjuang dan tidak memiliki platform untuk berbicara sendiri.”

Protes Saunders menjadi ujian pertama dari aturan Komite Olimpiade Internasional yang melarang protes dalam bentuk apa pun di podium medali Olimpiade.

IOC mengubah aturannya mengenai protes atlet menjelang pertandingan, dengan mengatakan bahwa protes damai sebelum kompetisi akan diizinkan.
Namun badan penyelenggara Olimpiade itu mempertahankan aturan ketat terhadap protes di podium medali.

Tidak jelas sanksi apa yang akan dihadapi Saunders.

Pedoman IOC yang diperbarui yang dirilis bulan lalu mengatakan bahwa konsekuensi sanksi disiplin untuk aksi protes akan “sebanding dengan tingkat gangguan dan sejauh mana pelanggaran itu tidak sesuai dengan nilai-nilai Olimpiade.”

Komite Olimpiade dan Paralimpiade Amerika Serikat mengatakan sebelum pertandingan, mereka tidak akan memberikan sanksi kepada para atletnya karena melakukan protes.

BACA JUGA: The Daddies Bidik Medali Perunggu dari Olimpiade Tokyo 2020

USOPC melunakkan pendekatannya terhadap atlet yang memprotes di podium. Setelah peninjauan aturan menyusul protes berskala nasional di Amerika Serikat tahun lalu setelah pembunuhan George Floyd.

Para ahli mengatakan IOC tidak mungkin mengambil pendekatan keras terhadap atlet yang melakukan protes di Tokyo. Mengingat kemungkinan reaksi hubungan masyarakat yang kemungkinan akan mengikuti sanksi apa pun.(int3)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

The Legion Nutrition dan Amarta Hills Berkolaborasi Gelar Body Competition

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Produsen suplemen olahraga, The Legion Nutrition tak berhenti memberikan dukungannya di bidang olahraga. Kali ini mereka ambil bagian sebagai...