125 Atlet dan Pelatih Jambi Divaksin COVID-19 Jelang PON XX

  • Whatsapp
Ilustrasi - Petugas bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada penerima vaksin saat pelaksanaan vaksinasi massal di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (31/1/2021).Vaksinasi massal tersebut diikuti kurang lebih 5.000 tenaga kesehatan. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/rwa.)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Sebanyak 125 atlet dan pelatih asal Provinsi Jambi disuntik vaksin COVID-19 tahap pertama sebelum berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan digelar di Papua pada Oktober 2021.

Penyuntikan vaksin COVID-19 dilaksanakan di halaman gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) (KONI) Provinsi Jambi, Sabtu, dimulai pukul 08:00 WIB hingga selesai.

Baca Juga

Plt Kadis Pemuda dan olahraga Provinsi Jambi, Roynaldi mengucapkan terima kasih kepada pengurus KONI Provinsi Jambi telah menfasilitasi para atlet dan pelatih serta asisten pelatih untuk divaksin COVID-19, sebelum mereka berlaga pada PON 2021.

BACA JUGA : Tidak Sepakat Soal Anggaran Transfer, Spurs Berhenti Kejar Conte

Roynaldi mengatakan sebanyak 125 orang akan mengikuti vaksin COVID-19 tersebut, yang terdiri dari 96 orang atlet dan 29 ofisial dan pelatih.

“Atlet-atlet yang berangkat ke PON Papua semuanya harus sudah divaksin dua kali, dan ini yang pertama untuk vaksinasi dan nanti setelah 28 hari akan dilakukan vaksinasi yang kedua,” kata Roynaldi.

Sementara itu, Amalia Rizky Mentari salah satu atlet senam Jambi mengatakan setelah di suntik vaksin tahap pertama belum ada reaksi yang berarti dari efek samping vaksin tersebut.

“Belum ada, masih biasa aja dan ini juga masih menunggu apakah ada reaksi apa tidak,” katanya.

BACA JUGA : Spanyol-Portugal Imbang 0-0 Dalam Laga Pemanasan Jelang Piala Eropa

Sebelum dilakukan penyuntikan vaksin tersebut, dirinya juga telah mempersiapkan diri seperti menjaga makan, menjaga kondisi badan agar tidak sakit.

“Untuk atlet PON semuanya harus ikut divaksin, di mana saya terdaftar sebagai atlet PON dan harus ikut vaksin yang ditetapkan Pemerintah,” katanya. (int1)