Sindikat Penipuan Sewa Mobil Berkedok Lamaran Keluarga Timpa Pengusaha Rental Magetan

"Mereka bilang mau sewa mobil untuk lamaran keluarga, berangkat subuh," tutur Agus menceritakan awal mula kejadian.

May 29, 2024 - 16:41
Sindikat Penipuan Sewa Mobil Berkedok Lamaran Keluarga Timpa Pengusaha Rental Magetan
Tangkapan layar rekaman CCTV detik detik mobil disewa dua remaja putri tancap gas kabur. Nusadaily/ Riyanto.

Magetan, Nusadaily.com - Agus Mulyono (46), pengusaha rental mobil di Magetan menjadi korban penipuan licik sindikat sewa mobil. Dua remaja putri berpura-pura ingin menyewa mobil untuk acara lamaran keluarga, namun membawa kabur Avanza silver miliknya. 

Modusnya terbilang rapi, kedua remaja ini meyakinkan Agus dengan alasan yang mengundang rasa iba. Kejadian pahit ini terjadi pada tanggal 24 Februari 2024, dini hari.

"Mereka bilang mau sewa mobil untuk lamaran keluarga, berangkat subuh," tutur Agus menceritakan awal mula kejadian.

Tanpa rasa curiga, Agus menyetujui permintaan mereka dan menyerahkan mobil Avanza dengan nomor polisi A 1096 YT.

Namun, kecurigaan muncul ketika ia melihat seorang pria muda yang telah menunggu di luar dan kemudian mengemudikan mobil tersebut.

Lima hari kemudian, Agus menerima telepon dari seorang wanita tak dikenal yang meminta tebusan Rp35 juta untuk mobilnya. Sadar menjadi korban penipuan, Agus pun melacak keberadaan mobilnya dan menemukan para pelaku.

Kedua remaja putri yang masih berstatus pelajar di Bojonegoro yang berhasil ditemuinya ini mengaku disuruh oleh seorang pria bernama Garly. Mereka diupah Rp2,5 juta setelah berhasil membawa kabur mobil tersebut.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Magetan pada 4 Maret 2024. Namun, hingga hampir tiga bulan berlalu, belum ada tindakan yang diambil oleh pihak kepolisian.

"Saya harap laporan saya segera ditindaklanjuti. Jika terlalu lama maka para pelaku akan sulit ditemukan dan akan banyak pengusaha rental lain yang juga menjadi korban sindikat ini," pinta Agus.

Kasus penipuan berkedok sewa mobil ini menjadi tamparan keras bagi pengusaha rental dan masyarakat umum. Kejelian dan kewaspadaan dalam bertransaksi menjadi kunci utama untuk menghindari modus penipuan yang semakin marak.

Diharapkan pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku sindikat penipuan yang telah meresahkan masyarakat apalagi mereka berstatus pelajar. (nto).