Santri Ponpes Bahrul Maghfiroh Kembangkan Wirausaha

Para santri, Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh  Kota Malang terus mengembangkan beberapa unit usaha. Salah satunya adalah pembukaan warung makan.

Jul 11, 2024 - 06:01
Santri Ponpes Bahrul Maghfiroh Kembangkan Wirausaha

NUSADAILY.COM - MALANG - Para santri, Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh  Kota Malang terus mengembangkan beberapa unit usaha. Salah satunya adalah pembukaan warung makan.

Ya, Ponpes Bahrul Maghfiroh juga baru saja membuka kolam budidaya ikan koi. KH. Mohammad Bisri, pembina yayasan Ponpes Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia, menjelaskan bahwa ponpes Bahrul Maghfiroh memiliki 3 misi.

“Misi pertama adalah menghasilkan SDM yang berkualitas. Misi kedua adalah menghasilkan SDM yang berakhlak baik. Dan misi ketiga adalah menghasilkan anak-anak lulusan yang mandiri, salah satunya dengan cara berbisnis atau menjadi entrepreneur,” ungkap Kiai Bisri saat pembukaan warung pada Kamis (4/7/2024).

Salah satu fokus pendidikan di Ponpes Bahrul Maghfiroh adalah kewirausahaan. Menurut Kiai Bisri, tidak semua santri akan menjadi kiai, ada yang mungkin menjadi rektor, dan diharapkan ada yang menjadi pengusaha.

“Menurut Ciputra, Indonesia akan makmur jika 10% penduduknya menjadi entrepreneur. Saat ini, hanya sekitar 3-4% penduduk Indonesia yang menjadi entrepreneur. Saya tertarik dengan hal ini karena tidak semua santri akan menjadi kiai. Oleh karena itu, saya menciptakan konsep tentang entrepreneur di pondok pesantren,” tambahnya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka warung dan kolam budidaya ikan koi. Menurut Kiai Bisri, ikan koi yang dibudidayakan bukanlah kelas rendah, melainkan kelas yang baik. “Semua ini dilakukan agar anak-anak sambil belajar agama, mereka juga belajar tentang bisnis,” jelasnya.

Terkait warung, sebelumnya terdapat BM Resto sebelum pandemi Covid-19. Namun, karena dampak dari Covid-19, warung tersebut sempat tutup untuk sementara waktu.

Ide ini muncul ketika Kiai Bisri diundang ke Tebuireng Jombang untuk mengisi acara. Ia kemudian mampir ke warung Mbak Titin di Kediri dan mendapatkan inspirasi dari sana.

“Saya terinspirasi dari situ, konsepnya sederhana, harga terjangkau, dan pasarnya jelas. Karena tidak semua orang bisa makan keju mozarella, maka perlu ada masakan tradisional,” ungkapnya.

Warung makan BM tidak hanya menjadi tempat makan bagi santri, tetapi juga bagi orang tua santri dan mahasiswa umum. Berbagai menu tradisional Jawa disajikan dengan harga yang terjangkau.

“Selain masakan Jawa, konsepnya prasmanan ambil sendiri. Kami juga menyediakan minuman khas seperti rempah-rempah booster, jahe, kencur, dan lain-lain. Pemilik warung ini juga pernah mengikuti kursus barista dan memiliki komposisi kopi rempah,” jelasnya.

Program kewirausahaan di Bahrul Maghfiroh sudah dimulai sejak tahun 2019. Kiai Bisri menekankan bahwa sebelum membuka berbagai lini usaha, pasti ada tahap pelatihan terlebih dahulu. Termasuk chef di warung ini sudah menjalani pelatihan sebelumnya.

Selain warung dan kolam koi, ponpes Bahrul Maghfiroh juga memiliki unit bisnis bidang agrofarm. Unit agrofarm ini bergerak dalam budidaya kambing, ikan air tawar, sayur hidroponik, anggrek, jamur, dan baru-baru ini budidaya ikan koi.

Selain itu, terdapat lini usaha di bidang ritel dan restoran. Ada BM Mart, Prestashop, dan AirQ-BM. Ponpes Bahrul Maghfiroh juga memiliki unit usaha di bidang industri olahan dan jasa.

Pondok pesantren yang terletak di Jl. Joyo Agung No.2, Tlogomas, Kec. Lowokwaru, Kota Malang juga menyediakan program rehabilitasi narkoba. Saat ini, terdapat 15 anak yang sedang menjalani rehabilitasi dengan usia mulai dari 18 tahun.

Muhammad Ubay, pengelola pondok rehabilitasi Bahrul Maghfiroh, mengungkapkan bahwa pasien yang awalnya masuk selalu memberontak dan merusak fasilitas.

“Namun, melalui terapi air degan hijau dan doa, akhirnya pasien rehabilitasi dapat sembuh dalam beberapa minggu,” jelas Ubay.

Dengan mengajarkan kewirausahaan, para santri diharapkan dapat menjadi mandiri setelah lulus. Mereka akan memiliki keterampilan dan jiwa kewirausahaan yang tinggi sebagai bekal hidup di masyarakat.(*)