Sandiaga Uno: Even JCC Ajang Kreativitas dan Promosi Kopi Nusantarta

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur berkolaborasi dengan Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya, kembali menghadirkan acara tahunan Java Coffee Culture (JCC) dan Festival Peneleh 2024.

Jul 10, 2024 - 07:12
Sandiaga Uno: Even JCC Ajang Kreativitas dan Promosi Kopi Nusantarta
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur berkolaborasi dengan Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya, kembali menghadirkan acara tahunan Java Coffee Culture (JCC) dan Festival Peneleh 2024.

NUSADAILY.COM - SURABAYA: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur berkolaborasi dengan Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya, kembali menghadirkan acara tahunan Java Coffee Culture (JCC) dan Festival Peneleh 2024.

Acara yang cukup semarak ini digelar pada 5-7 Juli 2024 di Jalan Tunjungan dan Kampung Wisata Sejarah Peneleh, Surabaya, dengan tema “Sinergi dalam Secangkir Kopi Pengupas Potensi Ekonomi & Harmoni Bangsa”. 


“Mari kita manfaatkan even JCC dan Festival Peneleh 2024 ini untuk terus berinovasi dan mempromosikan kopi nusantara ke dunia. Saya yakin kita bisa menjadikan kopi, yang kini menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia, menjadi komoditas unggulan berdaya saing tinggi di kancah internasional,” kata Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, dalam Leader’s Talknya saat Semarak JCC dan Festival Peneleh 2024 pada Minggu (07/07/2024). 


Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI mengatakan “Penyelenggaraan Java Coffee Culture dan Festival Peneleh 2024 ini, merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Indonesia, bersinergi dengan Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya untuk mengoptimalisasi potensi komoditas unggulan kopi dan wisata sejarah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.” 


Berbagai inisiasi sinergi antar institusi dan pelaku usaha untuk mendukung pengembangan ekspor kopi dan pariwisata yang dilakukan pada kegiatan 3 (tiga) tersebut meliputi: (1) Launching Sinergi Kerjasama Wisata Peneleh dengan Travel Agent” yang merupakan salah satu kawasan hunian tertua dan otentik yang dimiliki Surabaya; (2) Launching Toko Cinderamata Peneleh; serta (3) penandatangan Letter of Intent (LoI) antara UMKM kopi dengan eksportir. Lebih lanjut, Bank Indonesia turut mendukung pelestarian wastra nusantara melalui kegiatan “Fashion Show: Pesona Wastra Jawa by BI Fashionpreneur” yang ditampilkan pada acara puncak Semarak JCC malam ini. 

Buka Di Kota Lama


Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama istrinya, Rini Indriyani, turut hadir di Jalan Tunjungan. Di kesempatan itu, Wali Kota Eri mengucapkan terima kasih kepada BI Jatim karena telah menggelar kembali JCC dan Festival Peneleh di tahun ini. 


Dia berharap acara ini ke depannya bisa terus digelar setiap setahun sekali di Jalan Tunjungan. Selain itu, ia juga meminta kedai kopi yang berada di sepanjangan Jalan Tunjungan juga bisa digelar di kawasan Wisata Kota Lama.


“Jika saya diperkenankan, nanti perwakilan dari JCC ini bisa juga membuka kedainya di Kota Lama, di sepanjang Jalan Karet itu,” ujar Eri, Senin (8/7).


Dengan begitu, lanjut Eri,warga Surabaya akan bisa menikmati sajian kopi setiap Sabtu malam dan Minggu malam di Kota Lama. Adanya kedai kopi tersebut secara tidak langsung akan menarik lebih banyak lagi wisatawan untuk berkunjung ke Wisata Kota Lama. 


“Jadi, kalau orang Surabaya ingin menikmati kopi Jawa setiap Sabtu malam Minggu, maka bisa di Kota Lama,” kata Eri. 


Rangkaian Festival Peneleh meliputi Lomba Sapta Pesona (pre-event), Opening Ceremony, Pasar dan Hiburan Rakjat Peneleh, Peneleh Heritage Track, sementara rangkaian JCC meliputi Lomba Story Produk Kopi (pre-event), Workshop,

Talkshow, Business Matching dan Cupping Experience, Showcasing UMKM Kopi dan Coklat se-Jawa, Fun Walk (Road to FEKDI), Latte Art Competition, QRIS Jelajah Indonesia (Road to FEKDI), Hall of Fame Kopi, Rangkaian Atraksi dan Teaterikal Palagan Gunungsari, dan ditutup dengan puncak Semarak JCC & Festival Peneleh 2024. 


Sehubungan dengan itu, upaya pengembangan potensi komoditas kopi dan wisata sejarah pada even ini, dilakukan melalui 3 (tiga) hal, yaitu; (1) Peningkatan eksposur, daya saing, dan penjualan domestik maupun ekspor kopi Jawa sebagai komoditas unggulan yang potensial untuk diekspor, (2) Diversifikasi produk olahan dan jasa Kopi Jawa melalui peningkatan value added, serta (3) Peningkatan eksposur Kawasan Wisata Sejarah Peneleh serta Kota Lama dalam rangka mendorong pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. 


Acara ini, mendapatkan atensi tinggi dari masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Tak kurang dari 25.000 pengunjung hadir. Sekitar 20.000 orang mengunjungi JCC di Jl Tunjungan, 2.000 orang menghadiri kegiatan Road to FEKDI: Fun Walk dan sekitar 3.000 orang menghadiri acara Festival Kopi di Peneleh. Dan tercatat sekitar 67 UMKM binaan/mitra Kopi Bank Indonesia ikut berpartisipasi dalam acara ini. Juga UMKM Coklat se Jatim, serta buyer dari dalam dan luar negeri. Menurut panitia, tercatat transaksi Rp 30 miliar dari target yang Rp 16 milioar.


Dengan demikian, even ini dipastikan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi local maupun nasional, khususnya di bidang kopi dan coklat.(Nuruddin)