Sandiaga Komentar soal Wings Air dan Lion Air Jadi Maskapai Terburuk Dunia

Dua maskapai yang berbasis di Indonesia, Lion Air dan Wings Air berurutan menempati peringkat pertama dan kedua daftar maskapai terburuk di dunia versi hasil survei platform layanan travel Bounce.

Sandiaga Komentar soal Wings Air dan Lion Air Jadi Maskapai Terburuk Dunia
Menparekraf Sandiaga Uno. (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dua maskapai yang berbasis di Indonesia, Lion Air dan Wings Air berurutan menempati peringkat pertama dan kedua daftar maskapai terburuk di dunia versi hasil survei platform layanan travel Bounce.

Laporan The 2022 Airline Index yang dirilis Bounce berdasarkan survei para traveler tentang layanan berbagai maskapai di dunia, dari yang terbaik hingga yang terburuk.

Dalam laporan Bounce disebut bahwa tingkat kedatangan tepat waktu Lion Air tercatat cuma 42,27 persen, yang berarti maskapai ini sering terlambat. Kemudian, tingkat pembatalan Lion Air juga tinggi yakni mencapai 34,43 persen.

Sementara untuk Wings Air, soal kedatangan tepat waktunya cuma mencapai 49,78 persen, sedangkan tingkat pembatalan sebesar 20,63 persen.

BACA JUGA : Bocoran Menu Makan Siang Para Kepala Negara G20 di Bali

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, ikut memberi respons mengenai dinobatkannya dua maskapai milik Lion Air Group itu sebagai yang terburuk di dunia.

"Seperti yang kita ketahui hal yang disoroti maskapai terburuk di dunia adalah soal tingkat kedatangan dan ketepatan waktu," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam Weekly Brefing online, Rabu (15/11).

"Kebetulan saya pengguna maskapai yang cukup rutin. Di masa pandemi, maskapai ini menghadirkan solusi dengan tetap terbang walau okupansi rendah," tambahnya.

Menparekraf Sandiaga juga secara khusus meminta supaya Lion Air dan Wings Air melakukan perbaikan. Pria yang akrab disapa Sandi ini berharap masyarakat tidak menghujat dua maskapai tersebut. "Mereka (Lion Air dan Wings Air) adalah aset bangsa. Kita harus memberi semangat," ucapnya.

Menurut Sandiaga, maskapai asal Indonesia pernah berada dalam daftar terbaik dunia untuk kategori on time performer. Oleh karena itu, dia yakin peningkatan pelayanan bisa dilakukan. "Ini jadi PR bagi kita semua," tuntasnya.

BACA JUGA : Kopi hingga Kerajinan Tangan Jadi Oleh-oleh untuk Delegasi...

Soal dinobatkan sebagai maskapai terburuk di dunia, Lion Air dan Wings Air sendiri telah memberikan bantahan terkait laporan Bounce itu dalam keterangan resmi.

Pihak Lion Air dan Wings Air juga menyanggah soal data persentase kedatangan tepat waktu yang dirilis Bounce. Danang menekankan, Lion Air dan Wings Air berupaya mempertahankan tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) dan mempersiapkan ke level ketepatan waktu operasional terbaik.

Dari data Lion Air dan Wings Air, selama tahun 2022 pada periode 1 Januari-31 Oktober, OTP Lion Air mencapai 76,10 persen, sedangkan Wings Air menyentuh 77,19 persen. Pihak Lion Air Group juga mengaku menghitung dan mengelola data OTP itu untuk dianalisis internal kemudian dilaporkan ke regulator seperti Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Penghitungan tersebut berdasarkan pergerakan pesawat ketika keberangkatan (departure) dan kedatangan (arrival) pada waktu kurang 15 menit dari jadwal yang ditentukan di bandar udara skala besar dan menengah.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, mengungkapkan, untuk memperbaiki tingkat ketepatan waktu, Lion Air dan Wings Air berkoordinasi dan berkomunikasi intensif dengan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) bersama pihak terkait.

"Faktor-faktor yang memengaruhi penundaan penerbangan, pembatalan, pengalihan dan pemulihan (recovery) seperti cuaca, teknis serta lainnya selalu dilakukan analisis dan evaluasi (pengkajian operasional)," jelasnya.(lal)