Salah Kaprah Event Jaran Serek, Ketua Komisi IV DPRD Sumenep; Jangan Ada Penyesatan

Event Jaran Serek telah diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Minggu 19 Mei 2024.

May 20, 2024 - 07:18
Salah Kaprah Event Jaran Serek, Ketua Komisi IV DPRD Sumenep; Jangan Ada Penyesatan

NUSADAILY.COM - SUMENEP - Event Jaran Serek telah diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Minggu 19 Mei 2024.

Event yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) ini diikuti oleh 60 kuda dari 10 Kelompok Saronen.

Pertunjukan Jaran Serek ini dimulai dari Lapangan Giling, Kecamatan Bangkal dan finish di depan Labang Mesem Museum Keraton Agung Sumenep.

Event Jaran Serek merupakan rangakain kalender of event Pemkab Sumenep 2024. Event tersebut sudah berjalan beberapa tahun terakhir.

Namun, kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan kesenian lokal, dan menambah daya tarik Kabupaten Sumenep di mata wisatawan ini ternyata tuai kontroversi.

Salah satunya dari Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Akis Jasuli. Akis menyebutkan bahwa ada pemyimpangan makna dari diselenggarakannya event Jaran Serek tersebut.

"Jangan ada penyesatan dan pembodohan terhadap masyarakat terkait otentikasi kebudayaan dan tidak boleh ada distorsi historical culture," tegas politisi muda Partai NasDem Sumenep ini.

Menurutnya, penggunaan istilah dalam materi promosi event Jaran Serek tidak mencerminkan makna asli dari tradisi tersebut dan dapat menyesatkan masyarakat tentang otentikasi kebudayaan.

“Penggunaan istilah dalam materi promosi acara event Jaran Serek disebut-sebut tidak mencerminkan makna asli dari tradisi tersebut,” tegas Akis.

Senada dengan itu, seorang budayawan Sumenep Tadjul Arifin turut mengomentari event Jaran Serek yang digelar pemerintah kota keris tersebut.

Tadjul Arifin menjelaskan bahwa ada empat macam permainan jaran. Pertama Teggharan, yakni adu lari cepat. Biasanya diadu antara dua jaran (kuda) dan diambil juara 1 hingga 3 seperti biasanya.

Kemudian kedua, Jaran Serek yakni diadu antara dua jaran dari start hingga finish dengan gaya berjalan serek (jalan miring).

Ketiga Jaran Kencak, biasanya dipakai diacara penganten. Dan yang terakhir jaran tandheng (kuda bergoyang) yakni jaran yang bisa menari, menyembah dan menampilkan hal-hal menarik lainnya.

"Nah yang biasa diselenggarakan Pemkab ini jaran tantheng, bukan Jaran Kencak dan buka pula Jaran Serek. Itu salah kaprah," ucap dia tegas.

Untuk diketahui, pelaksanaan event ini, Disbudporapar Sumenep menganggarkan sekitar Rp60 juta yang bersumber dari APBD Sumenep 2024.

Kepala Disbuporapar Sumenep, Moh. Iksan menjelaskan bahwa festival Jaran Serek ini sebagai salah satu upaya melestarikan kebudayaan dengan menjadikan Kota Sumenep sebagai titik sentralnya.

“Kesenian ini harus dilestarikan, terlebih dari itu juga ingin menarik wisatawan untuk berkunjung ke Sumenep ini," kata Iksan.

“Kalau biasanya kan perorangan, berkelompok. Nah, saat ini seluruh pemilik Jaran Serek se Kabupaten Sumenep terkumpul disini,” timpal Iksan, menambahkan. (nam)