Rupiah Kembali Terperosok ke Rp15.580 per Dolar AS

Sementara itu, mata uang utama negara maju kompak melemah. Poundsterling Inggris melemah 0,25 persen, franc Swiss minus 0,15 persen, dan euro Eropa minus 0,16 persen.

Rupiah Kembali Terperosok ke Rp15.580 per Dolar AS

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Tercatat baht Thailand melemah 0,36 persen, won Korea Selatan minus 0,18 persen, yen Jepang melemah 0,03 persen, dan dolar Singapura minus 0,13 persen.

Sedangkan, peso Filipina menguat 0,02 persen, rupee India menguat 0,32 persen, yuan China menguat 0,2 persen, dan dolar Hong Kong stagnan.

Sementara itu, mata uang utama negara maju kompak melemah. Poundsterling Inggris melemah 0,25 persen, franc Swiss minus 0,15 persen, dan euro Eropa minus 0,16 persen.

Lalu, dolar Australia melemah 0,24 persen dan dolar Kanada minus 0,15 persen.

Sementara, nilai tukar rupiah dibuka berada di posisi Rp15.580 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Jumat (21/10) pagi. Mata uang Garuda melemah 8,5 poin atau minus 0,05 persen dari posisi sebelumnya.


Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memproyeksi rupiah melemah hari ini. Menurutnya, indeks dolar AS masih tinggi terhadap mata uang negara lain.

Ia mengatakan penguatan indeks dolar terjadi karena imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) naik menjadi 4,154 persen.

"Dolar menjulang di atas mata uang utama pada Kamis karena imbal hasil treasury AS 10 tahun naik menjadi 4,154 persen," kata dia melalui keterangan resmi.

Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp15.550 sampai Rp15.600 per dolar AS pada hari ini.(han)