Ridwan Kamil Sebut LRT Palembang Sepi Penumpang, Ini Datanya

Ridwan Kamil Sebut LRT Palembang Sepi Penumpang, Ini Datanya
Foto: LRT Palembang. (Raja Adil-detikcom)

NUSADAILY.COM – JAKARTA - LRT Palembang mendapatkan kritik pedas dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Moda transportasi massal di Sumatera Selatan itu disebut-sebut menjadi contoh proyek transportasi yang sepi penumpang.

Menurutnya, telah terjadi kegagalan pengambilan keputusan LRT Palembang karena dasar perencanaannya dilakukan secara politis. Ridwan Kamil mengatakan keputusan membuat LRT Palembang didasarkan atas hajatan besar Asian Games 2018.

BACA JUGA: Dikritik Ridwan Kamil karena Sepi Penumpang, Ini Sejarah Pembangunan LRT Palembang


Padahal, jika saja melihat dari sisi perencanaan penumpangnya menurut Ridwan Kamil, LRT Palembang tidak bagus untuk dikembangkan. Dia pun menyinggung dana besar hingga Rp 9 triliun yang dikeluarkan untuk membangun proyek tersebut.

"Apa yang terjadi sekarang? Nggak ada penumpangnya, itu Rp 9 triliun. Nggak ada penumpangnya," sebut Ridwan Kamil dalam acara diskusi Synergy Ngopi dengan Jababeka di President University, Cikarang, Jawa Barat, Jumat (21/10/2022).

LRT Palembang sendiri mulai beroperasi di medio 2018 sejalan dengan hajatan besar Asian Games. Rutenya Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II hingga ke sekitar pusat olahraga Jakabaring.

Lalu benarkah LRT Palembang sepi seperti yang dikatakan oleh Ridwan Kamil?

Dilansir dari detikcom, menurut Kabag Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti menjelaskan tren penumpang LRT Palembang saat ini justru terus membaik. Datanya, rata-rata penumpang harian di bulan Oktober 2022 saja sudah mencapai 9.666 penumpang setiap harinya.

Bila bicara jumlah penumpang secara kumulatif hingga pertengahan Oktober sudah sebanyak 2.328.970 penumpang. "Adanya LRT Sumsel ini memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat kota Palembang," kata Aida dilansir dari detikcom, Senin (24/10/2022).

Aida menyatakan 3 stasiun paling banyak digunakan untuk naik turun penumpang yaitu Stasiun Asrama Haji dengan jumlah 36.028 penumpang, Stasiun Ampera 26.482 penumpang, dan Stasiun DJKA 25.259 penumpang.

"Ada trend kenaikan karena banyak pengguna jasa yang memanfaatkan kartu berlangganan pelajar, mahasiswa maupun untuk pegawai serta mulai banyaknya aktivitas tatap muka," ungkap Aida.

Sebelumnya, dalam catatan detikcom, Aida juga pernah memaparkan sepanjang 2022 sampai dengan triwulan III atau bulan September, LRT Palembang telah mengangkut 1.857.563 penumpang. Rata-rata untuk penumpang 7.058 pada weekdays dan 11.463 penumpang pada weekend.

Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun 2020 pada awal pandemi COVID-19 rata-rata harian penumpang 2.878. Salah satu minimnya penumpang karena ada pembatasan aturan social distancing dan aktivitas masyarakat.

Selanjutnya, pada 2021 juga masih berlaku pembatasan. Namun jumlah penumpang harian rata-rata sudah mencapai 4.380 penumpang.

BACA JUGA: Presiden Harapkan Kereta LRT Buatan RI Bisa Diekspor

Tambah Perjalanan

Malah menurut Aida saat ini pihaknya sampai harus mengakomodir melonjaknya permintaan masyarakat naik LRT Palembang dengan menambah perjalanan kereta ringan tersebut.
Sejak 5 September kemarin perjalanan harian LRT Palembang ditambah menjadi 94 kali perjalanan dari sebelumnya 88 perjalanan. Jam operasional LRT dimulai sejak pukul 05.00 WIB dan keberangkatan terakhir dari Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin pukul 19.55 WIB dan tiba di Stasiun DJKA pukul 20.43 WIB.

Aida juga menyatakan sejauh ini 13 stasiun LRT Sumsel berada di lokasi yang strategis di sepanjang pusat kota Palembang. Mulai dari melewati Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, rumah sakit, sekolah, pusat perbelanjaan dan perdagangan, ikon kota Palembang Jembatan Ampera dan sungai Musi, serta pusat olahraga Jakabaring. "Ini merupakan daya tarik lain dalam menggunakan LRT Sumsel," kata Aida.(eky)