Ridwan Kamil: Hasil Survei Tinggi Belum Tentu Menang

"Namanya elektabilitas itu naik turun kan. Dulu waktu walikota Bandung h-2 bulan saya cuma 6 persen. Pas hari-h 45 persen, jadi enggak bisa mengukur takdir dengan survei hari ini," kata RK di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (10/7).

Jul 11, 2024 - 08:36
Ridwan Kamil: Hasil Survei Tinggi Belum Tentu Menang

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ridwan Kamil (RK), mantan Gubernur Jawa Barat menilai hasil survei elektabilitas tak bisa dijadikan patokan absolut untuk menentukan kemenangan di Pilkada 2024.

RK berkaca pada survei elektabilitas dirinya kala jelang Pilwalkot Bandung 2013 yang terus dinamis hingga hari pencoblosan.

"Namanya elektabilitas itu naik turun kan. Dulu waktu walikota Bandung h-2 bulan saya cuma 6 persen. Pas hari-h 45 persen, jadi enggak bisa mengukur takdir dengan survei hari ini," kata RK di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (10/7).

RK pun menegaskan meski dirinya memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi di Jawa Barat, tapi tak menjamin akan menang dalam Pilkada 2024.

Ia mengatakan hasil elektabilitas sebaiknya jangan menjadi tolok ukur utama dalam Pilkada 2024. Terlebih, kata dia, belum ada kepastian siapa saja kandidat yang akan bersaing.

"Hari ini tinggi belum tentu menang, hari ini rendah belum tentu juga kalah. Poinnya sekarang enggak usah terlalu ngomongin elektabilitas," ujar dia.

"Karena bendera pertempurannya kan belum dimulai. Yang sekarang dilakukan itu menghitung koalisi, nah perhitungan itu masih dihitung khusus Jabar DKI belum diputuskan, karena masih lobi-lobi," sambungnya.

Di sisi lain, RK mengaku akan tetap berupaya mendongkrak tingkat keterpilihannya di Jakarta jelang Pilkada 2024.

"Namanya ikhtiar mah harus dilakukan, itu tugas manusia. Takdir Allah ya nanti di hari-h," jelas dia.

Sebelumnya, survei Indikator Politik Indonesia menyatakan RK sebagai calon terkuat di Pilgub Jabar 2024. Nama RK merajai semua simulasi yang digelar.

Dalam simulasi terbuka (top of mind), elektabilitas Ridwan Kamil mencapai 16 persen. Hanya mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang menempel ketat Ridwan. Elektabilitas calon lainnya tak sampai 1 persen.

Pada simulasi 26 nama, Ridwan Kamil kembali juara dengan elektabilitas 36,8 persen. Dedi Mulyadi menempel dengan elektabilitas 31,9 persen.

Indikator membuat simulasi 12 nama, 6 nama, dan 3 nama. Ridwan Kamil selalu unggul dari calon-calon gubernur jawa barat lainnya.(han)