Respons Cepat Laporan Masyarakat Korban Mafia Tanah, Mabes Polri Tingkatkan Proses ke Tahap Pemeriksaan Kode Etik Polri

Bukti Keseriusan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Syahardiantono dan Karo Wabprof Mabes Polri Brigjen Pol Agus Wijayanto SH, SIK menuntaskan proses hukum kasus dugaan mafia tanah

Respons Cepat Laporan Masyarakat Korban Mafia Tanah, Mabes Polri Tingkatkan Proses ke Tahap Pemeriksaan Kode Etik Polri
Kadiv Propam Irjen Pol Syahardiantono saat menerima laporan Hesty Helena Sitorus warga Medan korban mafia tanah dan penganiayaan oknum Polwan Unit PPA Safreakrim Polrestabes Medan. (Foto dokumen Hesty Helena Sitorus)

NUSADAILY.COM-MEDAN - Bukti Keseriusan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol  Syahardiantono dan Karo Wabprof Mabes Polri Brigjen Pol Agus Wijayanto SH, SIK menuntaskan proses  hukum kasus dugaan mafia tanah di Jalan Mongonsidi III Kelurahan Anggrung Kecamatan Medan Polonia kota Medan, Sumatera Utara dan juga kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan sejumlah Polwan yang bertugas di Unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan terhadap Hesty Helena Sitorus', ASN Pemkot Medan  memasuki babak baru.

 

Betapa tidak, menurut Hesty Helena Sitorus' terkait dengan laporannya, pihak Divpropam Mabes Polri yang saat ini dipimpin Brigjen Pol Agus Wijayanto SH SIK sudah meningkatkannya  ke tahap pemeriksaan kode etik profesi Polri.

 

"Kami berharap agar prosesnya berjalan secara profesional dengan semangat Polri presisi, cepat dan tepat. Cepat maksudnya agar penyidik kepolisian segera menetapkan para tersangka pada kedua kasus yang saya laporkan. Sehingga, para pihak yang sudah melakukan pelanggaran hukum dan kode etik profesi Polri mendapatkan ganjaran sanksi hukum yang berlaku di negara ini," sebut Hesty, di Medan, Selasa (22/11/2022).

 

Menurut Hesty yang merupakan ASN Pemkot Medan bertugas di kecamatan Medan Baru, perjuangan pihaknya atas hak tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Mongonsidi III Nomor 28 Kelurahan Anggrung Kecamatan Medan Polonia sangat melelahkan tenaga dan pikiran serta banyak menghabiskan biaya.

 

"Hal ini bisa terjadi karena adanya oknum Polri yang bertugas di Polda Sumut dan Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru yang melakukan pembelaan terhadap terlapor mafia tanah yakni Tusiah yang merupakan ASN RS Bhayangkara Polda Sumut," jelas Hesty.

 

"Nah, dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit dan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Syahhardiantono, Karo Wabprof Bapak Brigjen Pol Agus Wijayanto,SH,SIK serta seluruh personil Divpropam Mabes Polri dan personil Karo Wabprof Mabes Polri diantaranya bapak Kombes Dadi, bapak Kombes Eko Hadi, bapak Kombes Abbas, bapak AKBP Bawor Kakung, bapak AKP Nana Cipta, bapak Ipda Satria dan tak lupa kepada yang terhormat bapak Brigjen Pol Widodo dari Kementerian ATR/BTN," pungkasnya.(mar)