Resmi! Bir Beralkohol Tidak Akan Ada di Piala Dunia 2022 di Qatar

Sesaat sebelum dimulainya Piala Dunia 2022, FIFA menyerah atas tekanan dari Qatar. Tidak akan ada bir beralkohol di luar stadion juga!

Resmi! Bir Beralkohol Tidak Akan Ada di Piala Dunia 2022 di Qatar
2.2_Ilustrasi orang meminum bir di Piala Dunia. (Getty Images)

NUSADAILY.COM – DOHA – Kurang dari 48 jam sebelum dimulainya Piala Dunia 2022 di Qatar. Menjadi sah! Tidak akan ada bir beralkohol di dalam maupun di luar stadion selama Piala Dunia di Qatar.

Di bawah tekanan dari tuan rumah Qatar, FIFA membuat perubahan yang spektakuler dan para penggemar harus terbiasa dengan Piala Dunia yang sedikit berbeda.

BACA JUGA : Alkohol dan Seks, Turis yang Hadir di Piala Dunia 2022...

Masalah minuman beralkohol di Qatar telah menjadi topik besar selama bertahun-tahun belakangan.

Bir beralkohol resmi dilarang di Piala Dunia 2022 di Qatar. (ANP/imago)

Sebenarnya, sebelumnya sudah diputuskan bahwa diperbolehkan penjualan dan mengkonsumsi bir beralkohol di tenda penjualan khusus di luar stadion sebelum dan sesudah pertandingan Piala Dunia.

Qatar dan Asosiasi Sepak Bola Dunia baru menyetujui hal tersebut pada bulan September lalu. tapi sekarang semuanya berubah.

“Menyusul pembicaraan antara otoritas di Qatar dan FIFA, menurut sebuah pernyataan, diputuskan tidak lagi mengizinkan penjualan minuman beralkohol di delapan stadion tempat pertandingan Piala Dunia digelar.

BACA JUGA : Sadio Mane Absen di Piala Dunia Qatar, Pukulan Berat Bagi Sinegal

Bir non-alkohol dari merek Budweiser, salah satu sponsor tersebar Piala Dunia 2022, “tidak terpengaruh, akan terus tersedia di semua stadion Piala Dunia Qatar,” tulis FIFA, seperti diansir hna.de.

Namun, pada festival penggemar di Taman Al Bidda di pusat Doha, masih akan ada bir beralkohol, tetapi itu hanya pada malam hari.

Hal ini tentu bukan seperti yang dibayangkan oleh sponsor Budweiser. Mengutip hna.de, rupanya mereka membayar FIFA sebesar 75  juta dollar AS untuk mensponsori Piala Dunia 2022 di Qatar, dengan begitu mereka tentu juga mengharapkan banyak iklan.

Piala Dunia di Qatar semakin menjadi mimpi buruk bagi para sponsor. Tuduhan korupsi, pelanggaran HAM, meninggalnya tenaga kerja asing, semua mencoreng citra. (jrm1)