Remaja Pria Bunuh Diri di Jembatan Suhat Malang, Pernah Coba di Tahun 2022 Tapi Digagalkan Polisi

Tiba-tiba saja pemuda itu mengambil ancang-ancang naik ke pembatas jembatan kemudian terjun bebas ke Sungai Brantas. Seketika suasana menjadi heboh.

Remaja Pria Bunuh Diri di Jembatan Suhat Malang, Pernah Coba di Tahun 2022 Tapi Digagalkan Polisi
Lokasi Bunuh Diri di Jembatan Suhat / ist

NUSADAILY.COM – MALANG - Sekitar pukul 15.30 WIB, di Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang lalu lintas cenderung ramai lancar. Di tengah suasana itulah seorang remaja laki-laki berkaus merah bercelana pendek warna cokelat berdiri mematung di tepi jembatan.

Pejalan kaki melintas di trotoar jembatan itu bukan hal yang janggal, karena itu keberadaan pemuda yang sedang berdiri di tepi jembatan itu tidak terlalu menarik perhatian pengguna jalan. Termasuk bagi seorang perempuan yang sedang berjalan di trotoar yang sama.

Tiba-tiba saja pemuda itu mengambil ancang-ancang naik ke pembatas jembatan kemudian terjun bebas ke Sungai Brantas. Seketika suasana menjadi heboh. Perempuan yang melihat langsung kejadian itu berteriak-teriak histeris meminta tolong.

BACA JUGA : Bos Jasa Ekspedisi Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Bunuh...

Tidak lama kemudian, sudah cukup banyak pemotor yang menghentikan laju kendaraan itu. Beberapa di antara mereka melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian, sedangkan pemotor lain menghentikan lajunya hanya karena penasaran apa yang sedang terjadi.

Lalu lintas menjadi semakin padat. Apalagi ketika polisi bersama BPBD melakukan operasi pencarian terhadap pria yang terjun bebas ke Sungai Brantas. Salah seorang petugas polisi dengan pengeras suara berupaya menghalau warga yang mulai memadati jembatan agar melanjutkan perjalanan.

Proses pencarian pria yang loncat dari Jembatan Suhat itu berlangsung selama lebih dari 1 jam. Jenazah ditemukan sekitar 500 meter dari titik awal korban meloncat pada pukul 16.40 WIB dalam keadaan tak bernyawa.

Setelah dievakuasi dari sungai, Tim SAR dan BPBD Kota Malang segera memasukkan jenazah pria yang sudah dibungkus kantong jenazah warna oranye itu ke dalam mobil ambulans. Jenazah itu dievakuasi ke Rumah Sakit Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk proses identifikasi.

"Saat ini jenazah dibawa ke RSSA Malang," ujar Kapolsek Lowokwaru Anton Widodo, Jumat (26/5/2023).

Diketahui, remaja laki-laki yang loncat dari Jembatan Suhat itu bernama TJS (18), warga Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Belakangan diketahui, TJS adalah pelajar SMK yang pernah melakukan percobaan bunuh diri di tempat yang sama pada 1 Agustus 2022.

"Iya berdasarkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) korban berinisial TJS warga Kabupaten Malang. Kelahiran 2005. Korban ini pada 1 Agustus 2022 lalu pernah melakukan percobaan bunuh diri tapi berhasil dibujuk petugas polisi sehingga mengurungkan niatnya," ujar Anton.

Dilansir dari detik.com, percobaan bunuh diri di Jembatan Suhat Kota Malang sudah beberapa kali terjadi. Pada 2021, tepatnya pada Rabu pagi 1 September, seorang mahasiswa berinisial MN mencoba bunuh diri dengan loncat dari jembatan Suhat.

Untung saja percobaan bunuh diri itu berhasil digagalkan petugas kepolisian yang berjaga di Pos Polisi Simpang Tiga Universitas Brawijaya (UB). Setelah ditelusuri, MN berniat bunuh diri karena mengalami permasalahan keluarga, ekonomi, dan kuliah. Masalah itu membuat MN depresi dan ingin mengakhiri hidupnya.

Dua peristiwa lain, baik yang terjadi pada 2022 maupun peristiwa terbaru pada Jumat sore kemarin, dilakukan oleh orang yang sama yakni TJS. Pada 1 Agustus 2022 itu upaya bunuh diri TJS juga digagalkan oleh petugas yang berjaga di Pos Polisi Simpang Tiga Universitas Brawijaya (UB).

Beberapa kejadian percobaan bunuh diri baik yang berhasil digagalkan maupun yang berhasil membuat korbannya tewas memerlukan langkah nyata dan tepat agar di kemudian hari kejadian serupa tidak terulang lagi.

Sekadar informasi, Jembatan Suhat yang dibangun sejak 1988 itu merupakan jembatan penghubung antara daerah Blimbing dan Diniyo. Jembatan ini memiliki rangka baja dengan panjang total 100 meter terdiri dari dua bentang masing-masing 60 meter dan 40 meter.

Sementara, tepian jembatan itu memiliki tinggi sekitar 100 meter atau setinggi perut orang dewasa. Pembatas jembatan itu terdiri dari 2 pipa memanjang yang disatukan dengan pilar dari beton sehingga sangat mudah untuk dipanjat. (ros)