Zonk Rp25 Miliar, Perumdam Jember Tanpa Kucuran Penyertaan Modal Tahun Ini

  • Whatsapp
perumdam jember
Masyarakat baru tahu bahwa yang gratis hanya untuk pemasangannya, dan ternyata selanjutnya wajib bayar tagihan air tiap bulan. (nusadaily.com/istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Walau ada beleid yang mengatur penyertaan modal tiap tahun bagi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Jember, tapi keputusan politik pada akhirnya yang lebih menentukan.

Pembuktiannya dari hasil final pembahasan APBD 2021 yang disepakati antara Bupati Jember Hendy Siswanto dengan DPRD tiada mencantumkan sepeserpun alokasi anggaran penyertaan modal untuk Perumdam.

Baca Juga

Padahal, berdasarkan produk hukum yang dibuat oleh DPRD berupa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penyertaan Modal, seharusnya tahun 2021 Perumdam mendapat suntikan dana sebesar Rp25 miliar.

BACA JUGA: Akrobat Pembahasan Telah Lahirkan APBD Jember 2021 Sebesar Rp4,4 Triliun

Direktur Utama Perumdam Jember, Ady Setiawan menanggapi kondisi tersebut dengan bersikap pasrah tanpa ingin menuntut untuk pemberlakuan ketentuan Perda Nomor 5 Tahun 2018.

“Mengikuti kebijakan Bupati karena selaku KPM (Kuasa Pemilik Modal) tentu mempunyai program prioritas. Apalagi kalau (tiada penyertaan modal) itu sudah menjadi produk APBD, seluruh entitas harus menyesuaikan. Kita bisa memahami lah,” ujarnya.

Ady legowo, meski sekarang berbeda dibanding sebelumnya yang selalu diberi penyertaan modal masing-masing senilai Rp7 miliar di tahun 2018; naik ke Rp10 miliar pada tahun 2019; dan sebesar Rp15 miliar di tahun 2020 silam.

Penjelasannya tentang fungsi penyertaan modal adalah sebagai investasi pengembangan cakupan layanan. Salah satu bentuknya berupa program hibah untuk menggratiskan pemasangan instalasi air kepada warga miskin, dukungan terhadap program Kementerian PUPR.

“Rencananya, kalau Rp25 miliar itu diluncurkan, maka kita mendapat ganti 4.000 kali Rp3 juta, berarti sekitar Rp12 miliar,” urai pria yang pernah mencoba terjun ke dunia politik sebagai bakal calon Wakil Bupati Grobogan – Jawa Tengah itu.

Sedangkan, Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto lebih berkenan memakai frasa belum menyetujui ketimbang istilah parlemen menolak alokasi penyertaan modal. Pasalnya, menurut dia sikap DPRD dilatar belakangi sejumlah hal menyangkut evaluasi sejumlah masalah.

David menilai, performa Perumdam tidak pernah beranjak meski telah digelontor dana yang selalu naik nominalnya. Indikasinya terlihat dari setoran ke pos Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tetap pada angka Rp1 miliar.

Apalagi bila berkaca dari pengalaman, ternyata imbal balik yang diperoleh Perumdam tidak sepadan dengan pengeluaran dari nilai penyertaan modal. Selama tiga tahun belakangan menghamburkan anggaran Rp32 miliar, namun yang kembali sekitar Rp16 miliar.

“Ibarat orang mancing, Perumdam lebih besar memasang umpannya daripada ikan yang didapat. Kita baru tahu itu sekarang,” seloroh legislator Partai NasDem itu.

Selanjutnya, sangat tergantung hasil evaluasi untuk menentukan apakah masih layak Perumdam dikucuri penyertaan modal atau tidak dalam kesempatan pembahasan Perubahan APBD 2021 beberapa bulan mendatang.

BACA JUGA: Masihkah Skema Bansos Kemiskinan Jember Dipakai Bungkus Ploting Beasiswa Pendidikan Tinggi?

Perumdam saat ini dianggap David telah gagal menjalankan program hibah pemasangan intalasi air, karena terjadi mispersepsi. Sebab, belakangan terjadi sejumlah kalangan masyarakat penerima program menolak membayar tagihan air dengan alasan menganggap gratis selamanya.

Dugaan kuat penyebab kegagalan Perumdam menyangkut cara bersosialisasi yang sangat parsial. David pun akhirnya menyindir dengan menyangkut pautkan acara pelesiran berbiaya Rp100 juta melibatkan Dirut PDAM bersama Dewan Pengawas ke Pulau Bali pada Desember 2020 lalu.

“Perumdam kurang bagus sosialisasi kepada masyarakat, buktinya pelanggan salah paham. Lalu, apa gunanya rekreasi habiskan uang ratusan juta ke Bali si Dirut dan Dewas ngajak puluhan RT/RW kalau informasi program gratis yang diberikan ke masyarakat ternyata salah?,” gerutunya. (sut/lna)